Bankruptcy Price vs Liquidation Price Futures Crypto: Bedanya dan Kenapa Penting
Liquidation price dan bankruptcy price bukan istilah yang sama. Pahami selisih keduanya agar kamu lebih paham risiko likuidasi, insurance fund, dan ADL.
Tag
43 artikel ditemukan
Liquidation price dan bankruptcy price bukan istilah yang sama. Pahami selisih keduanya agar kamu lebih paham risiko likuidasi, insurance fund, dan ADL.
Post-only membantu menjaga order tetap menjadi maker, sedangkan reduce-only mencegah order menambah posisi. Pahami beda fungsi, manfaat, dan batasannya.
Sobat Kripto, pahami permission API key exchange sebelum menyambungkan bot, tax tracker, atau dashboard. Salah izin bisa memperbesar risiko tanpa kamu sadari.
Subaccount membantu memisahkan saldo, strategi, dan P&L di exchange kripto, tetapi aturan transfer, withdrawal, dan hak aksesnya berbeda di tiap platform.
Banyak order crypto gagal bukan karena aplikasi error, tetapi karena harga, kuantitas, atau nilai order tidak sesuai aturan pair yang diperdagangkan.
Angka saldo di exchange tidak selalu berarti semua dana siap dipakai. Pahami beda available balance, saldo tertahan, pending release, dan withheld agar tidak salah baca kenapa order atau withdraw ditolak.
Pahami beda slippage dan price impact, kapan tolerance terlalu tinggi atau terlalu rendah, dan cara mengatur swap agar tidak rugi diam-diam.
One-Way Mode dan Hedge Mode mengubah cara posisi futures diperlakukan saat kamu menekan buy atau sell. Pahami bedanya agar tidak salah ekspektasi, risiko, dan pencatatan.
Sobat Kripto, pahami beda tiga harga di futures crypto, alasan likuidasi bisa terjadi meski candle belum menyentuh angka layar, dan cara mengecek risikonya.
Slippage, spread, dan price impact sering dianggap sama, padahal sumber biayanya berbeda. Pelajari bedanya agar hasil transaksi crypto kamu tidak meleset jauh.
Portfolio margin memakai model margin berbasis risiko lintas posisi, bukan sekadar margin per posisi. Pelajari cara kerja, manfaat, haircut collateral, dan risiko tersembunyi yang sering diremehkan.
Initial margin menentukan modal minimum untuk membuka posisi leveraged, sedangkan maintenance margin menentukan batas minimum agar posisi tetap hidup sebelum likuidasi.
Tick size mengatur kelipatan harga, sedangkan lot size mengatur kelipatan jumlah aset. Salah memahami keduanya bisa membuat order crypto gagal meski saldo cukup.
Maker fee dan taker fee tidak ditentukan oleh label market order atau limit order semata, tetapi oleh apakah order kamu menambah likuiditas atau langsung memakannya dari order book.
Order kripto yang terisi sebagian biasanya terjadi karena likuiditas tidak cukup, order menabrak batas proteksi harga, atau saldo efektif tidak menutup ukuran order plus fee.
Harga terakhir tidak cukup untuk menilai kualitas pasar. Pelajari cara membaca order book depth, spread, dan potensi slippage sebelum mengeksekusi order.
Time in force menentukan berapa lama order aktif dan bagaimana sisa order diperlakukan. Pahami GTC, IOC, dan FOK sebelum memakai order lanjutan di crypto.
Harga likuidasi menentukan kapan posisi futures bisa dipaksa tutup. Pahami hubungan leverage, mark price, margin mode, dan biaya agar tidak salah baca risikonya.
OTC trading dipakai untuk transaksi besar yang ingin lebih privat dan minim market impact. Pahami cara kerjanya, trade-off, serta relevansinya untuk pengguna Indonesia.
Stop market mengejar kepastian keluar, stop limit mengejar kontrol harga. Pahami bedanya sebelum memasang order proteksi di pasar crypto yang bergerak cepat.
Cross margin memakai saldo bersama untuk banyak posisi, sedangkan isolated margin membatasi risiko per posisi. Pahami bedanya sebelum buka leverage.
Panduan membaca gas Ethereum pasca EIP-1559: bedanya base fee, priority fee, dan max fee, plus kapan kamu perlu mengubahnya secara manual.
Tiga istilah ini sering dipakai seolah sama. Padahal price impact, slippage, dan spread menjelaskan tiga sumber biaya yang berbeda.
ADL di futures crypto bisa menutup posisi trader yang sedang untung saat pasar ekstrem. Pahami hubungannya dengan liquidation engine, insurance fund, dan bankruptcy price.
Tiga harga ini terlihat mirip, tetapi fungsinya berbeda. Memahaminya penting agar trader futures tidak salah membaca likuidasi, funding, dan trigger.
Post-only order menjaga order limit tetap masuk ke order book, bukan langsung menyapu likuiditas. Berguna untuk menjaga fee dan disiplin eksekusi.
Reduce-only order membantu trader menutup atau mengurangi posisi tanpa membuka posisi baru secara tidak sengaja. Penting untuk futures dan margin.
Pahami perbedaan market order dan limit order, kapan sebaiknya dipakai, serta kesalahan umum yang sering membuat trader pemula rugi di pasar crypto.
Hyperliquid menguasai 70% volume perpetual DEX di 2026 dengan $21.8M volume harian. Apa itu HYPE, kenapa booming, dan apa risikonya buat Sobat Kripto?
Dua pendekatan utama trading: TA (chart, indikator) vs FA (tokenomics, adopsi, tim). Kelebihan, kekurangan, dan kombinasi optimal.
Penjelasan gas fee Ethereum: kenapa ada, formula perhitungan, EIP-1559, dan cara optimalisasi biaya transaksi.
Cross-exchange arbitrage: spot differences, fee + speed challenge, triangular arbitrage di satu exchange.
Jenis stop loss (fixed, trailing, ATR-based), placement strategy, kapan jangan pakai SL, dan trailing stop untuk maximize profit.
Take profit strategy untuk trader crypto: fixed price target, percentage gain, trailing TP, dan psychological exit point trader.
Tool Fibonacci retracement untuk trader crypto: level 0.236, 0.382, 0.5, 0.618 dan cara plot di chart Bitcoin dan altcoin.
Funding rate perpetual: mekanisme balance long/short, positive vs negative, dan strategi cash-and-carry.
Moving Average Convergence Divergence: signal line crossover, histogram, dan setup MACD untuk swing trader crypto.
Relative Strength Index 101: formula, level overbought/oversold, divergence, dan kombinasi dengan indikator lain.
Margin trading vs futures contract: collateral mechanics, funding rate, expiry, dan implikasi pajak di Indonesia.
Spot trading (beli aset langsung) vs futures (kontrak derivatif): mechanism, leverage, liquidation risk, dan profil investor.
Position sizing, max loss per trade, risk-reward ratio, dan kesalahan psikologis trader pemula dengan modal terbatas.
Active trading vs HODL: profil risiko, time commitment, expected return, dan tax efficiency di Indonesia.
Pengantar technical analysis: tiga konsep dasar - support, resistance, dan volume - yang membentuk pondasi untuk membaca pergerakan harga crypto.