Tutorial

Tick Size vs Lot Size Crypto: Kenapa Order Bisa Ditolak

Tick size mengatur kelipatan harga, sedangkan lot size mengatur kelipatan jumlah aset. Salah memahami keduanya bisa membuat order crypto gagal meski saldo cukup.

Ahmad KamalSarjana Teknik Elektro, gamer aktif, dan pengamat esports yang mengikuti persilangan industri game dengan blockchain
7 Juli 2026Dicek oleh Tim Redaksi 7 Juli 20265 menit baca
Bagikan:
Layar order book dengan kolom harga dan kuantitas pada exchange kripto

Kamu mungkin pernah mengalami situasi aneh ini: saldo ada, harga sudah diisi, jumlah koin juga masuk akal, tetapi order tetap ditolak. Banyak pemula mengira masalahnya ada di koneksi atau bug aplikasi. Sering kali penyebabnya jauh lebih sederhana: tick size atau lot size.

Kedua istilah ini adalah aturan dasar order di exchange. Mereka terlihat kecil, tetapi sangat menentukan apakah sebuah order valid atau langsung ditolak oleh sistem.

Apa Itu Tick Size

Dokumentasi filter Binance menjelaskan bahwa tickSize berada di dalam PRICE_FILTER dan mengatur interval kenaikan atau penurunan harga yang diizinkan.

Kalau disederhanakan:

  • tick size = kelipatan harga;
  • harga order harus mengikuti langkah yang diizinkan;
  • tidak semua angka desimal boleh dipakai.

Contoh:

  • jika tick size sebuah pasangan adalah 0.01, maka harga valid bisa berupa 100.00, 100.01, 100.02;
  • harga seperti 100.005 tidak valid karena tidak pas dengan kelipatannya.

Jadi, walaupun kamu merasa selisihnya kecil, sistem exchange melihatnya sebagai format harga yang salah.

Apa Itu Lot Size

Masih dari dokumentasi yang sama, LOT_SIZE mengatur quantity:

  • minQty untuk jumlah minimum;
  • maxQty untuk jumlah maksimum;
  • stepSize untuk interval perubahan kuantitas.

Dengan kata lain:

  • lot size = aturan jumlah aset;
  • quantity harus berada dalam batas yang diizinkan;
  • quantity juga harus mengikuti kelipatan stepSize.

Misalnya:

  • jika step size 0.001, jumlah valid bisa 0.001, 0.002, 0.003;
  • jumlah 0.0015 bisa ditolak karena tidak cocok dengan langkah kuantitas.

Jadi Bedanya Apa

Kalau mau diingat cepat:

  • tick size mengatur harga;
  • lot size mengatur jumlah aset.

Keduanya bisa salah secara terpisah. Kamu bisa punya harga valid tetapi jumlah invalid. Atau sebaliknya.

Kenapa Order Bisa Ditolak Meski Saldo Cukup

Inilah bagian yang paling sering bikin bingung.

1. Harga tidak sesuai tick size

Kamu memasukkan harga terlalu detail, misalnya terlalu banyak angka desimal atau kelipatan yang tidak diizinkan.

2. Jumlah tidak sesuai step size

Kuantitas yang kamu ketik tidak mengikuti kelipatan lot size.

3. Jumlah di bawah minimum

Walaupun formatnya benar, order bisa gagal karena minQty belum terpenuhi.

4. Nilai order terlalu kecil

Dokumentasi Binance untuk derivatif dan margin juga menjelaskan filter seperti MIN_NOTIONAL, yaitu nilai minimum order berdasarkan harga dikali jumlah.

Artinya, order bisa tetap gagal walaupun:

  • tick size benar;
  • lot size benar;
  • saldo ada.

Jika nilai total order terlalu kecil, sistem tetap menolak.

Contoh Praktis

Bayangkan sebuah pair punya aturan:

  • tick size: 0.10
  • step size: 0.001
  • minimum notional: 5 USDT

Kalau kamu memasukkan:

  • harga 2.37
  • jumlah 1.2345

bisa muncul beberapa masalah:

  • 2.37 tidak cocok dengan tick size 0.10;
  • 1.2345 tidak cocok dengan step size 0.001;
  • jika setelah dibulatkan nilai order masih di bawah minimum notional, order tetap ditolak.

Satu order bisa gagal karena satu filter saja, atau kombinasi beberapa filter sekaligus.

Kenapa Aturan Ini Ada

Exchange memakai aturan ini bukan untuk mempersulit pengguna, tetapi untuk menjaga pasar tetap rapi:

  • order book tidak dipenuhi angka pecahan aneh;
  • sistem matching lebih konsisten;
  • ukuran order kecil sekali bisa dibatasi;
  • kontrak dan pasangan aset punya struktur yang seragam.

Semakin aktif kamu trading, semakin terasa penting memahami aturan mekanis seperti ini.

MARKET_LOT_SIZE dan Kenapa Market Order Juga Bisa Gagal

Banyak pengguna mengira masalah ini hanya berlaku pada limit order. Tidak selalu.

Binance juga mendokumentasikan filter MARKET_LOT_SIZE, yaitu aturan quantity khusus untuk market order. Jadi walaupun kamu tidak mengisi harga secara manual, jumlah order market tetap bisa gagal kalau:

  • di bawah minimum;
  • di atas maksimum;
  • tidak sesuai step size.

Artinya, "pakai market order saja biar gampang" tidak selalu menyelesaikan masalah format order.

Cara Mengecek Sebelum Menekan Buy atau Sell

Ada beberapa kebiasaan praktis yang sangat membantu:

1. Lihat detail pair atau symbol info

Biasanya exchange menyediakan spesifikasi ukuran order, desimal harga, dan minimum transaksi pada halaman pair atau dokumentasi.

2. Perhatikan pembulatan dari aplikasi

Beberapa aplikasi otomatis membulatkan angka untukmu. Beberapa tidak. Jika kamu menyalin angka dari kalkulator atau spreadsheet, hasilnya bisa terlalu presisi.

3. Cek nilai total order

Jangan hanya melihat jumlah koin. Hitung juga price x quantity.

4. Bedakan aturan spot dan derivatif

Pair yang tampak mirip bisa punya aturan order berbeda di spot, margin, atau futures.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Ada beberapa pola yang sering berulang:

  • mengejar angka harga yang terlalu detail;
  • membagi modal terlalu kecil sampai menabrak minimum notional;
  • salah baca jumlah desimal yang didukung simbol;
  • mengira semua pair punya aturan yang sama;
  • mengandalkan chatbot atau rumor komunitas tanpa melihat spesifikasi pair sendiri.

Kenapa Ini Penting untuk Pembaca Indonesia

Banyak pembaca Indonesia memulai dari nominal kecil dan sering membagi modal menjadi beberapa order kecil. Justru dalam situasi seperti ini, aturan tick size, lot size, dan minimum notional paling sering terasa.

Kalau kamu trading dari modal terbatas:

  • pembulatan harga menjadi lebih sensitif;
  • kuantitas minimum lebih cepat terasa;
  • order testing yang terlalu kecil lebih mudah ditolak.

Karena itu, memahami mekanik order sama pentingnya dengan memahami arah pasar. Trader yang bisa membaca chart tetapi tidak paham filter order tetap akan membuat kesalahan operasional dasar.

Kesimpulan

Tick size dan lot size adalah dua aturan sederhana tetapi sangat penting. Tick size mengatur kelipatan harga. Lot size mengatur kelipatan jumlah aset. Di atas itu, ada juga filter seperti minimum notional dan market lot size yang bisa ikut menentukan valid tidaknya order.

Kalau order kamu ditolak padahal saldo cukup, jangan langsung mengira sistem error. Sering kali jawabannya ada pada format harga, jumlah, atau nilai total order yang tidak sesuai aturan pair.

Untuk memperkuat dasar trading, baca juga market order vs limit order, risk management trading kripto, dan apa itu leverage trading crypto.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan saran trading. Selalu cek aturan simbol pada exchange yang kamu pakai sebelum memasukkan order, terutama jika kamu memakai nominal kecil atau presisi desimal tinggi.

Sumber

  1. Binance Spot API Docs: Filters(akses 7 Jul 2026)
  2. Binance Derivatives and Margin Common Definition(akses 7 Jul 2026)
Disclosure

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi exchange tertentu. Aturan ukuran order bisa berbeda per platform dan per pasangan aset, jadi selalu cek spesifikasi simbol sebelum menempatkan order.

Disclaimer

Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.

Bermanfaat? Bantu sebarkan:
Bagikan:
Penulis
Ahmad Kamal

Sarjana Teknik Elektro, gamer aktif, dan pengamat esports yang mengikuti persilangan industri game dengan blockchain. Fokusnya adalah GameFi, kepemilikan aset digital, NFT gaming, ekonomi dalam game, serta risiko token dan model play-to-earn bagi pemain.