Tutorial

Market Order vs Limit Order Crypto: Panduan untuk Pemula

Pahami perbedaan market order dan limit order, kapan sebaiknya dipakai, serta kesalahan umum yang sering membuat trader pemula rugi di pasar crypto.

Tim RedaksiTim editorial beritakripto
24 Juni 2026Dicek oleh Tim Redaksi 24 Juni 20265 menit baca
Bagikan:
Layar trading dengan order book dan tombol beli jual

Banyak trader pemula rugi bukan karena salah prediksi arah pasar, tetapi karena salah memilih jenis order. Dua order paling dasar adalah market order dan limit order. Memahami bedanya akan mengurangi slippage, salah entry, dan ekspektasi yang keliru saat order tidak terisi.

Ringkasnya: market order memprioritaskan kecepatan eksekusi, sedangkan limit order memprioritaskan kendali harga. Keduanya valid, tetapi dipakai untuk situasi yang berbeda.

Apa Itu Market Order

Coinbase menjelaskan market order sebagai order yang dieksekusi segera pada harga pasar terbaik yang tersedia saat itu. Karena langsung diisi, market order biasanya tidak bisa dibatalkan.

Konsekuensinya:

  • Anda cepat masuk atau keluar posisi.
  • Harga final bisa berbeda dari angka yang terakhir Anda lihat.
  • Order besar bisa terisi di beberapa level harga sekaligus.

Itu sebabnya market order nyaman, tetapi tidak selalu murah.

Apa Itu Limit Order

Menurut Kraken, limit order memungkinkan Anda membeli atau menjual pada harga tertentu atau lebih baik. Keuntungan utamanya adalah Anda tahu batas harga yang Anda terima.

Namun ada trade-off besar:

  • jika harga pasar tidak menyentuh level Anda;
  • atau likuiditas di level itu tidak cukup;

maka order bisa tidak terisi sama sekali atau hanya terisi sebagian.

Perbedaan Paling Penting

AspekMarket OrderLimit Order
PrioritasEksekusi cepatKontrol harga
Kepastian terisiTinggiTidak selalu
Risiko slippageLebih tinggiLebih rendah untuk harga, tapi bisa tidak terisi
Cocok untukPasar likuid dan kebutuhan cepatEntry/exit terencana

Kalau Anda ingat satu hal saja, ingat ini: market order mengejar kepastian eksekusi, limit order mengejar kepastian harga.

Kapan Sebaiknya Pakai Market Order

Market order lebih masuk akal jika:

  • pasangan aset sangat likuid;
  • ukuran order relatif kecil dibanding depth order book;
  • Anda perlu masuk atau keluar cepat;
  • selisih bid-ask tipis dan pasar sedang tenang.

Contoh praktis: membeli BTC/USDT dengan nominal kecil di pair yang sangat likuid biasanya lebih aman menggunakan market order dibanding membeli token mikro di pair tipis.

Kapan Sebaiknya Pakai Limit Order

Limit order lebih tepat jika:

  • Anda punya harga target spesifik;
  • pair cenderung tipis atau spread lebar;
  • volatilitas tinggi dan Anda tidak mau mengejar candle;
  • Anda siap menunggu.

Untuk pemula, limit order sering lebih baik saat ingin membeli di area yang sudah direncanakan, bukan saat panik melihat harga bergerak cepat.

Hubungan dengan Order Book

Order book berisi antrean beli dan jual aktif. Semua harga yang terlihat di order book pada dasarnya adalah limit orders yang sedang menunggu lawan transaksi.

Apa artinya untuk Anda:

  • market order "memakan" likuiditas yang sudah ada;
  • limit order menambah likuiditas jika dipasang di luar harga pasar saat ini;
  • order besar di order book tipis berpotensi menimbulkan slippage tinggi.

Kalau Anda belum terbiasa membaca depth market, biasakan minimal melihat spread dan ukuran order di beberapa level terdekat.

Maker, Taker, dan Biaya

Coinbase menjelaskan bahwa market order biasanya tergolong taker order, karena langsung mengambil likuiditas yang ada. Limit order yang tidak langsung terisi bisa menjadi maker order, karena masuk ke order book lebih dulu.

Pada banyak exchange, struktur biaya maker dan taker berbeda. Artinya:

  • market order bisa lebih mahal secara fee;
  • limit order kadang lebih efisien bila Anda tidak butuh eksekusi instan.

Ini bukan aturan absolut tiap platform, tetapi pola yang sangat umum.

Langkah Praktis Sebelum Menekan Tombol Buy atau Sell

Langkah 1: Cek Likuiditas Pair

Lihat apakah pair yang Anda pakai memang aktif. Pair besar seperti BTC atau ETH biasanya lebih aman dibanding token kecil dengan volume tipis.

Langkah 2: Tentukan Prioritas Anda

Tanya diri sendiri:

  • apakah saya butuh pasti terisi sekarang?
  • atau saya butuh harga tertentu?

Kalau jawabannya "sekarang", market order mungkin cocok. Kalau jawabannya "harga tertentu", pakai limit order.

Langkah 3: Perhatikan Spread

Kalau spread bid-ask lebar, market order jadi lebih berisiko karena Anda bisa membeli lebih mahal atau menjual lebih murah dari yang dibayangkan.

Langkah 4: Jangan Pakai Ukuran Order Terlalu Besar Sekaligus

Pada pair yang kurang likuid, pertimbangkan memecah order menjadi beberapa bagian agar dampak harga lebih terkendali.

Kesalahan Umum Pemula

Mengira Market Order Selalu Mengikuti Harga Terakhir di Chart

Tidak. Harga eksekusi market order mengikuti likuiditas yang tersedia saat order Anda masuk, bukan angka terakhir yang Anda lihat beberapa detik lalu.

Mengira Limit Order Pasti Lebih Baik

Limit order memberi kontrol harga, tetapi bisa tidak pernah terisi. Kalau pasar bergerak menjauh, Anda justru tertinggal.

Menaruh Limit Order Tanpa Rencana Batal

Order yang menggantung terlalu lama bisa terlupakan. Saat pasar kembali menyentuh level itu, order bisa terisi di situasi yang sudah berbeda dari rencana awal Anda.

Menggunakan Market Order di Pair Tipis

Ini salah satu sumber slippage paling menyakitkan. Di token berlikuiditas rendah, selisih hasil eksekusi bisa jauh dari ekspektasi.

Konteks Indonesia

Di exchange berizin atau platform yang tunduk pada aturan Indonesia, konsep market dan limit order tetap sama. Yang berubah biasanya antarmuka, struktur fee, dan ketersediaan pair. Dari sisi administrasi, transaksi jual yang Anda lakukan tetap perlu dicatat karena terkait kewajiban pajak sesuai PMK 50/2025.

Jadi literasi order execution dan kerapian catatan transaksi harus jalan bersamaan.

Kapan Pemula Sebaiknya Sederhanakan Dulu

Jika Anda baru mulai:

  • gunakan pair yang likuid;
  • hindari token terlalu kecil;
  • pakai nominal kecil saat belajar;
  • utamakan memahami eksekusi sebelum mengejar strategi rumit.

Trader yang belum paham market vs limit order belum perlu buru-buru belajar leverage.

Kesimpulan

Market order cocok saat kecepatan lebih penting daripada presisi harga. Limit order cocok saat Anda ingin kontrol harga dan siap menunggu. Pemula yang paham perbedaan ini akan jauh lebih kecil kemungkinan melakukan kesalahan eksekusi dasar yang sebenarnya bisa dihindari.

Setelah ini, lanjutkan dengan cara pakai stop loss trading crypto dan cara set take profit untuk trader crypto.

Disclaimer

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan ajakan trading harian. Selalu sesuaikan ukuran order dengan likuiditas pair dan profil risiko Anda.

Advertisement336 × 280 · Medium Rectangle

Sumber

  1. Kraken Support - Market and limit orders(akses 24 Jun 2026)
  2. Coinbase Help - Understanding the order types(akses 24 Jun 2026)
  3. Coinbase Help - Advanced trade fees(akses 24 Jun 2026)
  4. PMK No. 50 Tahun 2025 tentang PPN dan PPh atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto(akses 24 Jun 2026)
Disclosure

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan ajakan trading aktif. Order yang tepat tidak menghilangkan risiko volatilitas maupun slippage.

Disclaimer

Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.

Bermanfaat? Bantu sebarkan:
Bagikan:
Penulis
Tim Redaksi

Tim editorial beritakripto.id meliput berita dan tren crypto di Indonesia.