Post-Only vs Reduce-Only Order Crypto: Bedanya dan Kapan Dipakai
Post-only membantu menjaga order tetap menjadi maker, sedangkan reduce-only mencegah order menambah posisi. Pahami beda fungsi, manfaat, dan batasannya.
Tag
8 artikel ditemukan
Post-only membantu menjaga order tetap menjadi maker, sedangkan reduce-only mencegah order menambah posisi. Pahami beda fungsi, manfaat, dan batasannya.
Banyak order crypto gagal bukan karena aplikasi error, tetapi karena harga, kuantitas, atau nilai order tidak sesuai aturan pair yang diperdagangkan.
Maker fee dan taker fee tidak ditentukan oleh label market order atau limit order semata, tetapi oleh apakah order kamu menambah likuiditas atau langsung memakannya dari order book.
Order kripto yang terisi sebagian biasanya terjadi karena likuiditas tidak cukup, order menabrak batas proteksi harga, atau saldo efektif tidak menutup ukuran order plus fee.
Time in force menentukan berapa lama order aktif dan bagaimana sisa order diperlakukan. Pahami GTC, IOC, dan FOK sebelum memakai order lanjutan di crypto.
Tiga istilah ini sering dipakai seolah sama. Padahal price impact, slippage, dan spread menjelaskan tiga sumber biaya yang berbeda.
Post-only order menjaga order limit tetap masuk ke order book, bukan langsung menyapu likuiditas. Berguna untuk menjaga fee dan disiplin eksekusi.
Pahami perbedaan market order dan limit order, kapan sebaiknya dipakai, serta kesalahan umum yang sering membuat trader pemula rugi di pasar crypto.