Analisis

Tokenized Stocks: Apple dan Tesla Akan Tradeable 24/7 di Blockchain

Tokenized stocks resmi diapprove SEC Maret 2026. Nasdaq, DTCC, Robinhood, Backed Finance, dan Kraken bersaing bikin stock tradeable on-chain 24/7.

Tim RedaksiTim editorial beritakripto
25 Mei 20267 menit baca
Bagikan:
Layar saham digital dengan blockchain visualisasi

Sobat Kripto pernah ingin beli saham Apple atau Tesla, tapi jam pasar US udah tutup? Atau ingin beli pakai $50 doang, tapi banyak broker minimum $100?

Tahun 2026, masalah ini selesai. Yang namanya tokenized stocks - saham perusahaan yang di-tokenize di blockchain - akhirnya resmi diakui regulator US. Sekarang Apple, Tesla, dan saham lain bisa diperdagangkan 24/7, bisa dibeli dengan jumlah kecil, dan settle dalam hitungan detik.

Ini perubahan besar dari sistem saham tradisional yang berusia 100+ tahun. Yuk kita pahami.

Apa itu Tokenized Stocks?

Tokenized stocks adalah representasi blockchain dari saham perusahaan yang ada di pasar tradisional. Misalnya:

  • Token AAPL = saham Apple
  • Token TSLA = saham Tesla
  • Token NVDA = saham Nvidia

Token ini mewakili kepemilikan ekonomi saham yang sebenarnya. Biasanya issuer beli saham real, lalu issue token yang di-back oleh saham itu 1:1.

Analoginya: tokenized stock seperti voucher di mall. Voucher ini bisa dipakai untuk klaim barang real (saham), tapi voucher itu sendiri bisa diperdagangkan, dipindahtangankan, dipakai di banyak tempat.

Kenapa Ini Penting?

Tradisi pasar saham US punya beberapa "masalah" dari sudut pandang teknologi modern:

1. Jam pasar terbatas NYSE dan Nasdaq buka jam 09:30-16:00 EST, hari kerja saja. Berita penting di akhir pekan? Tunggu Senin.

2. Settlement T+1 Beli saham hari ini, settle besok. Untuk crypto, settle sub-detik.

3. Minimum lot/jumlah Banyak broker minta minimum modal cukup besar.

4. Akses internasional ribet Sobat Kripto Indonesia mau beli AAPL? Buka rekening broker US (susah), atau pakai Reku/Pluang (terbatas pilihan).

Tokenized stocks selesaikan semua ini:

  • 24/7 trading (termasuk weekend)
  • Sub-second settlement
  • Bisa beli pecahan kecil ($1 worth pun bisa)
  • Akses global (tinggal punya crypto wallet)

Status Regulasi US 2026

Ini timeline penting yang harus Sobat Kripto tahu:

Januari 2026: SEC issue formal statement on tokenized securities. Intinya: tokenized stock tetap dianggap "equity security" sesuai Securities Act. Format tidak ubah substansi - aturan tetap berlaku.

Maret 2026: SEC approve proposal Nasdaq untuk listed tokenized securities. Initial coverage: specified eligible securities. Tokenized shares punya CUSIP sama, ticker sama, hak shareholder sama, dan order book priority sama dengan saham tradisional.

Juli 2026: DTCC (Depository Trust & Clearing Corporation - settlement system saham US) dijadwalkan mulai limited production tokenized securities trading.

Oktober 2026: Broader commercial rollout DTCC expected.

Intinya: 2026 adalah tahun di mana tokenized stocks beralih dari "eksperimen crypto" jadi infrastruktur resmi pasar saham US.

Pemain Utama Tokenized Stocks 2026

xStocks (Backed Finance + Kraken)

xStocks adalah joint venture antara Backed Finance (Swiss startup) dan Kraken (US exchange). Mereka adalah spot leader untuk tokenized equity per Mei 2026 - issuer terbesar berdasarkan jumlah holders.

Cara kerja Backed: simpan saham underlying di SPV (special purpose vehicle), issue bearer debt securities yang di-back saham itu, packaged dalam token. Jadi token-nya secara teknis adalah "debt" yang di-back saham, bukan saham langsung.

Lighter (Robinhood-backed)

Lighter adalah platform yang didukung Robinhood, dengan Vlad Tenev (CEO Robinhood) sebagai advisor.

Launch terbaru:

  • US stock perpetuals: launched 7 Januari 2026
  • Korean stock perpetuals: launched 11 Februari 2026

Bedanya: Lighter fokus pada perpetual (derivatif), bukan spot tokenized stock. Cocok untuk trader, kurang cocok untuk long-term investor.

Robinhood Tokenized Stocks (Resmi)

Vlad Tenev push untuk tokenized stock tradeable 24/7 di blockchain via Robinhood platform official. Per Mei 2026, ini masih dalam proses regulasi, tapi sudah pilot program di EU.

Dinari, Securitize, Ondo

Beberapa platform lain yang berkembang pesat di sektor ini, masing-masing fokus pada institutional clients atau use case spesifik.

Apa yang Akan Berubah di Juni-Juli 2026?

Mei-Juni 2026 adalah momen menarik karena beberapa milestone akan tercapai:

  1. DTCC production tokenized trading dijadwalkan July 2026
  2. Banyak platform launch tokenized stocks baru
  3. Adopsi cross-border yang lebih cepat
  4. Integration dengan DeFi - tokenized stocks bisa dipakai sebagai kolateral di Aave atau lending platform crypto

Banyak analyst sebut Juni 2026 sebagai bulan "kick-off" tokenized stocks untuk skala mainstream.

Dampak untuk Sobat Kripto Indonesia

Tokenized stocks bisa membuka akses pasar saham US untuk Indonesia dengan cara yang lebih simple:

1. Akses tanpa broker US

Sekarang harus buka rekening broker US (susah karena KYC) atau pakai Reku/Pluang yang punya keterbatasan. Dengan tokenized stocks, tinggal pakai crypto wallet.

2. Beli dengan jumlah kecil

Mau invest Rp50 ribu di Apple? Bisa. Tidak ada minimum lot.

3. Trade 24/7

Jam pasar US (jam 22:00 - 05:00 WIB) kurang nyaman untuk pekerja Indonesia. Dengan 24/7, bisa trade kapan saja.

4. Settlement cepat

Beli AAPL token sore, langsung settle. Tidak ada T+1 wait.

5. Integrasi DeFi

Pakai tokenized stocks sebagai kolateral untuk borrow stablecoin. Strategi advanced yang sebelumnya tidak mungkin.

Risiko Tokenized Stocks

Walaupun menarik, ada risiko nyata.

1. Issuer risk

Tokenized stocks di-back oleh issuer (Backed, Dinari, dll.). Kalau issuer bangkrut atau ada masalah, token bisa lose backing.

2. Liquidity risk

Saham populer (AAPL, TSLA) likuid. Tapi tokenized stocks untuk saham midcap atau internasional bisa sangat illiquid.

3. Regulatory risk

Walaupun SEC approve, regulasi bisa berubah. Negara lain (termasuk Indonesia) belum punya frame jelas.

4. Smart contract risk

Smart contract bisa di-exploit. Walaupun heavily audited, risiko ini tidak nol.

5. Pajak yang kompleks

Tokenized stock di Indonesia = harta luar negeri + crypto asset sekaligus? Status pajaknya rumit. Konsultasi tax advisor.

6. Voting rights

Sebagian tokenized stock model tidak include voting rights asli (kamu pegang token, bukan saham). Jadi tidak bisa ikut shareholder meeting.

Cara Akses dari Indonesia

Per Mei 2026:

Belum legal di Indonesia: Bappebti belum kasih frame regulasi untuk tokenized stocks. Status legal abu-abu.

Untuk akses (dengan risiko regulatory):

  1. Via Backed/xStocks: butuh KYC EU
  2. Via Dinari: butuh KYC US
  3. Via secondary market di DEX (Uniswap): siapa saja bisa, tapi liquidity terbatas

Saran realistis: Tunggu sampai exchange Bappebti Indonesia (Reku misalnya) listing tokenized stocks. Lebih aman dari sisi pajak dan legal.

Penutup

Tokenized stocks adalah salah satu tren paling konvergen di crypto dan keuangan tradisional. Wall Street, regulator, dan crypto industry sekarang sependapat: blockchain bisa improve infrastruktur saham yang berumur 100+ tahun.

Juni-Juli 2026 menjadi momen penting karena DTCC production launch. Buat Sobat Kripto Indonesia: ini area yang layak dipantau, tapi belum cocok untuk diakses sekarang karena regulasi lokal belum siap.

Tunggu sampai exchange Bappebti integrasi tokenized stocks (mungkin 2027). Atau, kalau punya akses legal ke EU/US dan paham implikasi pajak, eksplorasi xStocks atau Dinari bisa jadi pintu masuk awal.

Ini bukan saran investasi. DYOR sebelum coba. Tokenized stocks yang Sobat Kripto hold punya implikasi pajak kompleks - bisa kena pajak crypto (0.21%), pajak saham luar negeri, dan harta luar negeri di SPT. Konsultasi sama tax advisor sebelum mulai.

Pelajari lebih lanjut: Apa itu RWA?, Ondo Finance dan Treasury Bills, DATco MicroStrategy Bitcoin Treasury.

FAQ Tokenized Stocks

Apakah tokenized AAPL benar-benar saham Apple?

Tergantung issuer dan model. Beberapa platform (xStocks) issue bearer debt yang di-back saham. Beberapa (Dinari) issue token yang lebih langsung representasi saham. Hak ekonomi (dividend, capital gain) biasanya sama, tapi voting rights tidak selalu include. Baca dokumen tiap issuer untuk detail.

Apakah Sobat Kripto bisa receive dividend dari tokenized stocks?

Iya, tergantung issuer. Biasanya dividend dibayar dalam stablecoin (USDC) ke wallet pemegang token. xStocks misalnya distribute dividend rutin sesuai jadwal Apple/Tesla.

Bedanya dengan ETF crypto seperti BITO atau IBIT?

ETF crypto = produk tradisional yang dibuat dari crypto. Tokenized stocks = produk tradisional (saham) di-tokenize jadi crypto. Arah berlawanan. ETF crypto tradeable di NYSE, tokenized stocks tradeable di DEX/exchange crypto.

Kapan tokenized stocks akan available di Indonesia?

Belum ada timeline pasti. Bappebti dan OJK perlu kasih frame regulasi. Realistic estimate: 2027-2028 mungkin baru ada exchange Bappebti yang listing. Sebelum itu, akses lewat platform internasional dengan risiko regulasi.

Tokenized stocks vs reksa dana saham US, mana lebih bagus?

Beda tujuan. Reksa dana = dikelola manager, diversifikasi otomatis, beli saham langsung. Tokenized stocks = pegang token sendiri, kontrol penuh, bisa dipakai di DeFi. Untuk pemula investor, reksa dana lebih mudah. Untuk yang aktif manage portfolio crypto, tokenized stocks lebih fleksibel.

Advertisement336 × 280 · Medium Rectangle

Sumber

  1. SEC Tokenized Securities Statement 2026(akses 25 Mei 2026)
  2. Robinhood Tokenized Stocks - The Block(akses 25 Mei 2026)
Disclaimer

Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.

Bermanfaat? Bantu sebarkan:
Bagikan:
Penulis
Tim Redaksi

Tim editorial beritakripto.id meliput berita dan tren crypto di Indonesia.