Tutorial

Pintu vs Reku vs Indodax vs Tokocrypto: Pilih yang Mana 2026?

Perbandingan 4 exchange crypto terbesar di Indonesia: Pintu, Reku, Indodax, Tokocrypto. Bandingkan fee, fitur, dan cocoknya untuk siapa.

Tim RedaksiTim editorial beritakripto
22 Mei 20267 menit baca
Bagikan:
Smartphone menampilkan aplikasi exchange crypto

Sobat Kripto bingung pilih exchange crypto Indonesia yang mana? Wajar - sekarang ada banyak pilihan dan kelihatannya mirip-mirip semua.

Yuk kita bandingin 4 yang paling besar dan paling banyak dipakai: Pintu, Reku, Indodax, dan Tokocrypto. Per Januari 2026, total ada lebih dari 18 juta investor crypto di Indonesia menurut Bappebti. Banyak banget kan?

Yang penting buat Sobat Kripto tahu: semua 4 exchange ini terdaftar resmi di Bappebti. Jadi aman dari sisi regulasi. Tinggal pilih yang paling cocok sama kebutuhan kamu.

Ringkasan Cepat: Cocoknya untuk Siapa?

Kalau Sobat Kripto buru-buru, ini ringkasannya:

  • Pintu - Cocok buat pemula banget yang baru pertama kali crypto. UI paling simple.
  • Reku - Cocok buat yang juga mau invest saham US (Apple, Google, Tesla) di satu app.
  • Indodax - Cocok buat yang mau koin yang banyak (400+ koin) dan udah lumayan ngerti.
  • Tokocrypto - Cocok buat yang udah pernah pakai Binance, atau mau koin global yang likuid.

Sekarang yuk kita bahas detail satu per satu.

1. Pintu - Paling Pemula-Friendly

Pintu launch tahun 2020. Founder-nya Jeth Soetoyo, mantan analis di Pantera Capital (VC crypto terkenal).

Yang bagus dari Pintu:

  • UI paling simple - Kayak app belanja biasa. Tinggal "Beli", "Jual". Gak ada chart rumit di depan muka.
  • Pintu Academy - Banyak banget artikel edukasi gratis, bahasa Indonesia. Buat pemula yang masih bingung istilah-istilah crypto, ini ngebantu banget.
  • Top-up gampang - Bisa via BCA, Mandiri, BRI, BNI, GoPay, OVO, DANA. Banyak pilihan.
  • Modal kecil OK - Bisa beli mulai Rp50 ribu.

Yang kurang:

  • Pilihan koin terbatas - "Cuma" 50+ koin major. Kalau Sobat Kripto mau coin-coin micro-cap atau memecoin baru, gak ada di sini.
  • Fee agak tinggi - 0,21% per transaksi. Mirip yang lain sih, tapi kalau Sobat Kripto trade aktif, kerasa.
  • Gak ada futures/leverage - Cuma spot trading. Tapi sebenernya buat pemula ini bagus (futures berbahaya).

Cocok buat siapa: Sobat Kripto yang baru banget kenal crypto, masih bingung beda Bitcoin sama Dogecoin. Pintu adalah pintu masuk paling gampang.

Buka Pintu

2. Reku - Crypto + Saham US dalam Satu App

Reku itu dulu namanya Rekeningku. Berdiri 2017. Yang unik: Sobat Kripto bisa beli crypto + saham Amerika (Apple, Tesla, Google) di app yang sama.

Yang bagus dari Reku:

  • Multi-aset - Bisa investasi crypto + saham US sekaligus. Mau diversifikasi? Tinggal pindah-pindah menu.
  • Akses 350+ koin - Lebih banyak dari Pintu, kurang dari Indodax.
  • Fee kompetitif - 0,10-0,20% per transaksi (lebih murah dari Pintu di beberapa pair).
  • Reku Earn - Bisa staking crypto langsung di app, dapat passive income 2-10% per tahun (tergantung koin).

Yang kurang:

  • UI agak ramai - Karena ada crypto + saham, menu jadi lebih banyak. Pemula bisa overwhelm.
  • Saham US wajib lapor pajak - Aset luar negeri kena aturan lapor SPT yang lebih ribet.
  • Belum se-populer Pintu/Indodax - Komunitas lebih kecil.

Cocok buat siapa: Sobat Kripto yang udah lumayan ngerti investasi, mau diversifikasi crypto + saham AS dalam satu platform.

Buka Reku

3. Indodax - Paling Tua, Paling Banyak Koin

Indodax adalah exchange crypto Indonesia paling lama. Berdiri 2014 (dulu namanya Bitcoin.co.id). Founder-nya Oscar Darmawan.

Yang bagus dari Indodax:

  • 400+ koin - Pilihan koin paling banyak di Indonesia. Mau Bitcoin? Ada. Mau memecoin lokal (IDRT)? Ada. Mau koin yang baru launch? Sering masuk.
  • Pasangan IDR luas - Hampir semua koin bisa langsung beli pakai rupiah, gak perlu konversi ke USDT dulu.
  • Modal kecil banget - Bisa beli mulai Rp11 ribu (yang paling murah di Indonesia).
  • Indodax Academy - Sumber edukasi crypto gratis.
  • Komunitas paling besar - Banyak diskusi di forum Indodax.

Yang kurang:

  • UI lebih ramai - Karena banyak koin, antarmuka kelihatan rumit.
  • Spread agak lebar - Selisih harga beli-jual kadang lumayan jauh, terutama koin minor.
  • Pernah hack September 2024 - Kena hack sekitar $22 juta. Tapi semua user dijamin saldo penuh dan trading lanjut. Respons-nya termasuk professional, tapi tetap jadi catatan.

Cocok buat siapa: Sobat Kripto yang udah ngerti dasar-dasar crypto, mau eksplorasi koin yang beragam, suka komunitas aktif.

Buka Indodax

4. Tokocrypto - Powered by Binance

Tokocrypto launch 2018. Tahun 2022, Binance (exchange crypto terbesar di dunia) akuisisi mayoritas saham. Jadi sekarang Tokocrypto basically Binance versi Indonesia.

Yang bagus dari Tokocrypto:

  • Likuiditas kuat - Karena terhubung sama Binance, likuiditas top koin (BTC, ETH, SOL) sangat bagus. Spread tight.
  • Banyak koin global - Listing baru sering ikut Binance, jadi cepat dapat akses ke trending koin global.
  • Fee paling murah - 0,10% maker / 0,10% taker. Lebih murah dari Indodax.
  • TKO token - Native token Tokocrypto, dipakai buat fee discount + staking.

Yang kurang:

  • TKO token lemah utility - Sempat hype 2021, sekarang harga turun banyak. Jangan invest semata karena TKO.
  • Layoff 2023-2024 - Tim sempat ada restrukturisasi. UI development agak lambat.
  • Pluang juga ada - Banyak yang banding-bandingin sama Pluang (multi-asset platform mirip Reku).

Cocok buat siapa: Sobat Kripto yang udah experienced, mau exposure ke koin global yang sering listing di Binance dengan UI Bahasa Indonesia + deposit Rupiah lokal.

Buka Tokocrypto

Tabel Perbandingan Cepat

FiturPintuRekuIndodaxTokocrypto
Jumlah Koin50+350+400+250+
Min. BeliRp50.000Rp50.000Rp11.000Rp50.000
Fee Trading0,21%0,10-0,20%0,30%0,10%
UI Pemula⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Saham US?
Staking?
Bappebti?

Mana yang Paling Aman?

Semuanya aman dari sisi regulasi (Bappebti). Tapi keamanan teknis (anti-hack) berbeda-beda:

  • Indodax: Pernah kena hack September 2024 ($22 juta), tapi cover semua user. Setelah itu audit ketat.
  • Tokocrypto: Pakai infrastruktur Binance yang terkenal kuat (meskipun Binance pernah kena hack juga 2019 - cover full).
  • Pintu: Belum pernah kena hack major. Tapi tim relatif lebih kecil dari Indodax/Tokocrypto.
  • Reku: Belum pernah kena hack major. Custodian institutional grade.

Pelajaran dari Mt. Gox sampai FTX: tidak ada exchange yang 100% aman. Kalau Sobat Kripto pegang crypto banyak (di atas Rp10 juta), mendingan pindahin ke wallet pribadi. Jangan biarkan semua di exchange.

Penutup: Strategi Praktis

Sobat Kripto bingung pilih? Coba pendekatan ini:

Kalau baru banget: Mulai di Pintu. UI simple, edukasi banyak, modal kecil OK.

Kalau udah ngerti dasar: Naik ke Indodax atau Tokocrypto. Pilihan koin lebih banyak, fee lebih murah.

Kalau mau saham US juga: Pakai Reku. Hemat 1 app.

Saran personal: Sobat Kripto bisa pakai 2 exchange sekaligus. Misal Pintu untuk Auto-Invest (DCA Bitcoin mingguan), Indodax untuk eksplorasi koin lain. Diversifikasi platform juga ngurangin risiko kalau salah satu exchange ada masalah.

Penting: Apa pun exchange yang Sobat Kripto pilih, lapor SPT Tahunan ya. Saldo crypto per 31 Desember wajib dimasukin di kolom Harta dengan kode 029. Pajak transaksi udah otomatis dipotong sama exchange (0,21%), tapi lapor harta tetap wajib.

Ini bukan saran investasi. Selalu DYOR (Do Your Own Research) dan pakai uang dingin aja - uang yang siap hilang kalau-kalau.

Mau belajar lebih lanjut? Cek artikel Cara Beli Bitcoin di Indonesia atau Glosarium Kripto untuk pahami istilah-istilahnya.

FAQ Pintu vs Reku vs Indodax vs Tokocrypto

Mana yang paling murah fee-nya?

Tokocrypto paling murah di 0,10%. Reku 0,10-0,20%. Pintu 0,21%. Indodax paling tinggi di 0,30%. Tapi untuk trading kecil (di bawah Rp1 juta), selisihnya gak signifikan. Lebih penting pilih UI yang Sobat Kripto nyaman.

Bisa pindah koin antara exchange?

Bisa, asal koinnya sama. Caranya: dari Indodax kirim Bitcoin ke alamat wallet Bitcoin Sobat Kripto di Pintu. Atau lebih simple lagi, kirim ke wallet pribadi (Trust Wallet, Ledger) dulu, baru kirim ke exchange tujuan. Hati-hati salah alamat - duit gak balik.

Wajib pakai cuma 1 exchange?

Gak wajib. Banyak Sobat Kripto pakai 2-3 exchange untuk diversifikasi platform. Misal Pintu untuk DCA otomatis, Indodax untuk koin yang Pintu gak punya. Cuma harus rajin lacak portfolio total karena tersebar.

Reku saham US harus lapor pajak terpisah?

Iya, aset luar negeri lapor di kolom Harta SPT dengan ketentuan lebih rumit. Konsultasi sama konsultan pajak kalau Sobat Kripto pertama kali invest saham US.

Kalau exchange-nya bangkrut, aset saya hilang?

Bisa, sayangnya. Itu sebabnya untuk holding besar (di atas Rp10 juta), wajib pindahkan ke wallet pribadi. Hardware wallet Ledger atau Trezor sekitar Rp1-2 juta - worth investasi kalau Sobat Kripto serius di crypto.

Advertisement336 × 280 · Medium Rectangle

Sumber

  1. Daftar Pedagang Fisik Aset Kripto Terdaftar di Bappebti(akses 22 Mei 2026)
Disclaimer

Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.

Bermanfaat? Bantu sebarkan:
Bagikan:
Penulis
Tim Redaksi

Tim editorial beritakripto.id meliput berita dan tren crypto di Indonesia.