Analisis

Sonic (eks-Fantom): Comeback Blockchain Lama dengan Wajah Baru

Sonic adalah rebrand dari Fantom, mainnet Desember 2024. 10.000 TPS, fee-sharing 90% ke developer. TVL sempat $1.7 miliar lalu turun. Apa kabarnya 2026?

Tim RedaksiTim editorial beritakripto
26 Mei 20265 menit baca
Bagikan:
Blockchain Sonic dengan kecepatan tinggi

Sobat Kripto yang sudah lama di crypto pasti ingat Fantom (FTM). Blockchain yang populer di era DeFi summer 2021, dengan ekosistem yang ramai.

Setelah beberapa tahun meredup, Fantom melakukan sesuatu yang berani: ganti nama, ganti token, bangun chain baru. Sekarang namanya Sonic.

Ini cerita comeback yang menarik - sekaligus pelajaran tentang sulitnya bertahan di dunia blockchain yang kompetitif. Yuk kita bahas.

Dari Fantom ke Sonic

Sedikit sejarah:

Fantom (FTM) diluncurkan 2019. Sempat sangat populer di 2021 saat DeFi summer. Andre Cronje (developer DeFi legendaris) terlibat. Ekosistem ramai dengan protokol seperti SpookySwap, Geist, dan banyak lagi.

Tapi setelah crypto winter 2022 dan beberapa drama (Andre Cronje sempat hengkang lalu balik), Fantom kehilangan momentum.

Januari 2025, tim inti Fantom rebrand jadi Sonic Labs:

  • Token baru: S (menggantikan FTM, rasio 1:1)
  • Chain baru dengan teknologi upgrade
  • Branding fresh untuk comeback

Ini bukan sekedar ganti nama. Ada chain baru dengan teknologi berbeda di belakangnya.

Teknologi Sonic

Sonic adalah blockchain Layer 1 EVM-compatible dengan spesifikasi:

  • Lebih dari 10.000 TPS
  • Sub-second finality
  • EVM compatible (aplikasi Ethereum bisa pindah)
  • Fee-sharing 90% ke developer

Mainnet Sonic resmi launch 18 Desember 2024.

Yang unik: model fee-sharing 90%. Developer yang bangun aplikasi di Sonic dapat 90% dari fee yang dihasilkan aplikasi mereka. Ini insentif kuat untuk menarik developer.

Bandingkan dengan Ethereum atau chain lain di mana fee mostly ke validator/protokol. Sonic kasih sebagian besar ke pembangun aplikasi.

Perjalanan TVL Sonic: Naik Lalu Turun

Ini bagian yang harus jujur diceritakan.

Setelah rebrand, Sonic sempat sukses awal:

  • Surpass $600 juta TVL
  • Launch Shadow Exchange (DEX)
  • Silo Finance naik kapital
  • Airdrop Season 2 untuk user (termasuk US wallet)

Puncak (Mei 2025): TVL hampir $1.7 miliar dalam DeFi protokol di Sonic.

Tapi kemudian turun. Per data terbaru, TVL Sonic turun ke sekitar $598 juta - turun 64% dari puncak.

Apa artinya? Sonic berhasil tarik likuiditas awal (banyak via airdrop incentive), tapi kesulitan mempertahankan saat incentive berkurang. Ini pola umum di banyak chain: hype awal tinggi, lalu "mercenary capital" (modal yang cuma chase airdrop) keluar.

Pelajaran dari Sonic

Cerita Sonic mengajarkan beberapa hal penting untuk Sobat Kripto:

1. Rebrand tidak otomatis sukses

Ganti nama dan teknologi bisa bantu, tapi tidak menjamin adopsi berkelanjutan. Butuh use case real dan komunitas loyal.

2. Airdrop incentive bersifat sementara

TVL yang tinggi karena airdrop sering tidak sustainable. Saat reward berkurang, modal keluar. Hati-hati menilai chain dari TVL saat airdrop season.

3. Kompetisi Layer 1 sangat ketat

Sonic bersaing dengan Solana, Monad, Base, Arbitrum, dan puluhan chain lain. Sulit untuk standout.

4. Legacy bisa jadi beban atau aset

Fantom punya komunitas lama (aset), tapi juga "baggage" dari masa lalu (beban). Sonic harus balance keduanya.

S Token

S adalah native token Sonic, menggantikan FTM dengan rasio 1:1.

Fungsinya:

  • Bayar gas fee
  • Staking untuk validator
  • Governance
  • Builder incentives

Distribusi:

  • Migrasi dari FTM (holder lama)
  • Airdrop komunitas (~190 juta token)
  • Developer retention via Silo Finance

Karena Sonic relatif baru dan TVL fluktuatif, S token volatile.

Sonic vs Kompetitor

vs Solana: Solana lebih established, ekosistem jauh lebih besar. Sonic lebih kecil tapi EVM compatible.

vs Monad: Monad lebih baru dengan hype dan pendanaan lebih besar. Keduanya EVM cepat.

vs Base: Base (Coinbase L2) punya backing Coinbase dan distribution besar. Sonic lebih independen tapi distribution lebih kecil.

Keunggulan Sonic: komunitas Fantom lama + model fee-sharing developer. Tapi tantangannya: mempertahankan relevansi di pasar yang ramai.

Risiko Sonic

1. TVL turun signifikan

Drop 64% dari puncak adalah warning sign. Menunjukkan kesulitan retention.

2. Kompetisi sengit

Banyak chain EVM cepat. Sonic harus terus berinovasi untuk tidak tertinggal.

3. S token volatile

Seperti semua altcoin, harga naik-turun ekstrem.

4. Legacy baggage

Asosiasi dengan Fantom bisa positif (komunitas) atau negatif (kesan "chain lama").

5. Sustainability incentive

Fee-sharing 90% menarik developer, tapi apakah model ini sustainable jangka panjang? Belum terbukti.

Cara Akses dari Indonesia

Per Mei 2026:

S token:

  • Listed di beberapa exchange global
  • Cek ketersediaan di exchange Bappebti (sebagian mungkin sudah listing setelah migrasi dari FTM)

Pakai chain Sonic:

  1. Tambah RPC Sonic ke MetaMask
  2. Bridge aset dari Ethereum
  3. Akses DApp (Shadow Exchange, Silo Finance, dll.)

Penutup

Sonic adalah studi kasus menarik tentang comeback di dunia blockchain. Rebrand dari Fantom dengan teknologi dan branding baru menunjukkan ambisi. Sukses awal membuktikan ada minat.

Tapi penurunan TVL 64% dari puncak menunjukkan tantangan real: mempertahankan momentum di pasar yang sangat kompetitif. Apakah Sonic bisa bangkit kembali atau terus meredup, masih ditentukan.

Untuk Sobat Kripto Indonesia: ini chain yang menarik untuk dipantau, tapi dengan kehati-hatian ekstra mengingat tren TVL. Bukan untuk investasi besar tanpa riset mendalam. Pelajari dulu, lihat perkembangan retention dan ekosistem.

Ini bukan saran investasi. DYOR sebelum invest S token. Aset yang Sobat Kripto hold wajib dilaporkan di SPT Tahunan dengan kode harta 029.

Pelajari lebih lanjut: Monad Parallel EVM, Apa itu TVL?, Apa itu DeFi?.

FAQ Sonic dan Fantom

Apakah FTM saya otomatis jadi S?

Ya, ada mekanisme migrasi 1:1 dari FTM ke S. Holder FTM lama bisa swap token mereka ke S. Cek panduan resmi Sonic Labs untuk proses migrasi yang aman.

Kenapa Fantom ganti nama jadi Sonic?

Untuk comeback dengan branding fresh dan teknologi baru. Nama "Fantom" punya asosiasi dengan masa lalu (termasuk drama). "Sonic" memberikan fresh start dengan chain yang di-upgrade dan model insentif baru.

Apa arti TVL turun 64%?

TVL (Total Value Locked) adalah jumlah dana di protokol DeFi. Turun 64% dari puncak berarti banyak modal keluar setelah hype/airdrop awal. Ini warning sign tentang sustainability, walaupun tidak berarti chain "mati".

Apa itu model fee-sharing 90%?

Developer yang bangun aplikasi di Sonic dapat 90% dari fee yang dihasilkan aplikasi mereka. Ini insentif kuat untuk menarik developer membangun di Sonic, berbeda dari kebanyakan chain di mana fee mostly ke validator.

Sonic worth invest di 2026?

Sangat tergantung view kamu tentang comeback Fantom dan kemampuan Sonic mempertahankan ekosistem. TVL yang turun adalah concern. Untuk pemula, lebih aman fokus ke aset established. S token hanya untuk yang paham risiko dan sudah riset mendalam.

Advertisement336 × 280 · Medium Rectangle

Sumber

  1. Sonic Labs Official(akses 26 Mei 2026)
  2. Sonic TVL DefiLlama(akses 26 Mei 2026)
Disclaimer

Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.

Bermanfaat? Bantu sebarkan:
Bagikan:
Penulis
Tim Redaksi

Tim editorial beritakripto.id meliput berita dan tren crypto di Indonesia.