Analisis

Monad: Blockchain EVM yang Kerja Paralel Seperti Kasir Banyak Loket

Monad blockchain EVM paralel, mainnet 24 November 2025. Target 10.000 TPS, finality 400ms. Raised $188 juta. Apa bedanya dengan Ethereum dan kenapa booming?

Tim RedaksiTim editorial beritakripto
26 Mei 20265 menit baca
Bagikan:
Jaringan blockchain Monad dengan proses paralel

Sobat Kripto pernah antre di kasir minimarket yang cuma buka satu loket? Lama banget kan. Orang di depan kamu belanja banyak, kamu cuma beli air mineral, tapi tetap harus tunggu.

Begitulah cara kerja Ethereum sekarang. Transaksi diproses satu per satu, berurutan. Transaksi A selesai dulu, baru transaksi B, baru C. Lambat saat ramai.

Monad mengubah ini. Mereka membuka "banyak loket" sekaligus. Transaksi yang tidak saling bertabrakan diproses bersamaan. Hasilnya jauh lebih cepat.

Monad launching mainnet 24 November 2025. Per Mei 2026, ini salah satu blockchain baru paling dibahas. Yuk pahami.

Apa itu Monad?

Monad adalah blockchain Layer 1 yang kompatibel dengan EVM (Ethereum Virtual Machine). Artinya: aplikasi yang jalan di Ethereum bisa pindah ke Monad tanpa ubah kode.

Yang membuat Monad spesial: parallel execution (eksekusi paralel).

Spesifikasi utama:

  • Target 10.000 TPS (transaksi per detik)
  • Finality 400 milidetik (sub-detik)
  • Fee rendah
  • EVM compatible penuh

Untuk konteks: Ethereum Layer 1 cuma sekitar 15-30 TPS. Monad target 300-600x lebih cepat.

Apa itu Parallel Execution?

Ini inti dari Monad. Mari pahami dengan analogi sederhana.

Cara lama (Ethereum - sequential):

Bayangkan dapur restoran dengan satu koki. Pesanan masuk satu per satu. Koki masak pesanan A sampai selesai, baru mulai pesanan B. Walaupun pesanan B cuma butuh microwave 30 detik, harus tunggu pesanan A yang masak 20 menit.

Cara baru (Monad - parallel):

Dapur dengan banyak koki. Pesanan A (masak lama) dan pesanan B (microwave cepat) dikerjakan bersamaan oleh koki berbeda. Tidak saling tunggu.

Tapi ada syaratnya: dua transaksi hanya bisa diproses bersamaan kalau tidak saling bertabrakan. Misal, kalau dua orang mau kirim dari dompet yang sama, harus berurutan. Tapi kalau dari dompet berbeda, bisa paralel.

Monad pintar mendeteksi mana yang bisa paralel, mana yang harus berurutan.

Teknologi di Balik Monad

Monad pakai beberapa inovasi:

1. Parallel Execution

Proses transaksi yang tidak konflik secara bersamaan. Ini yang utama.

2. MonadDB

Database custom yang dioptimalkan untuk blockchain. Baca-tulis data jauh lebih cepat dari database biasa.

3. Consensus MonadBFT

Protokol konsensus berbasis HotStuff yang di-tuning untuk throughput tinggi dan finality cepat.

4. Pipelining

Beberapa tahap proses (konsensus, eksekusi, dll.) dijalankan overlap, tidak menunggu satu sama lain selesai.

Kombinasi ini bikin Monad cepat tanpa mengorbankan kompatibilitas EVM.

Monad Raised $188 Juta

Monad bukan project kecil. Mereka mengumpulkan pendanaan $188 juta dari investor besar, termasuk Paradigm (VC crypto top tier).

Saat mainnet launch November 2025:

  • Airdrop besar ke komunitas testnet
  • 50% supply token locked (untuk stabilitas)
  • Ekosistem DApp langsung aktif di hari pertama

Pendanaan besar ini memberikan Monad runway panjang untuk development dan ekosistem incentive.

Perkembangan Mei 2026

Beberapa catalyst penting di Mei 2026:

1. FalconX expand tokenized credit

FalconX (institutional crypto prime broker) memperluas fasilitas tokenized credit mereka ke Monad. Sinyal adopsi institutional.

2. TownSquare luncurkan $100 juta liquidity program

Untuk stablecoin USD1 di jaringan Monad. Likuiditas besar masuk.

3. Developer activity terus naik

Ratusan developer build di Monad. Ekosistem DeFi, NFT, dan aplikasi lain tumbuh.

Per Mei 2026, Monad sudah memproses miliaran transaksi sejak mainnet.

MON Token

MON adalah native token Monad. Fungsinya:

  • Bayar gas fee jaringan
  • Staking untuk validator
  • Governance protokol

Karena baru launching, MON sangat volatile. Token baru biasanya mengalami swing harga besar di bulan-bulan awal.

Monad vs Kompetitor

Monad masuk ke pasar "high-performance L1" yang ramai. Kompetitornya:

vs Solana: Solana sudah cepat dan punya ekosistem mature. Monad menawarkan EVM compatibility (Solana tidak EVM).

vs MegaETH: MegaETH adalah L2 Ethereum yang juga cepat. Monad adalah L1 independen. Beda arsitektur.

vs Sei, Sonic: Sama-sama EVM cepat. Monad punya pendanaan dan hype lebih besar.

vs Ethereum: Ethereum lebih lambat tapi paling decentralized dan paling banyak likuiditas.

Keunggulan utama Monad: EVM compatible + paralel + pendanaan besar. Tapi belum proven jangka panjang.

Risiko Monad

1. Sangat baru

Mainnet baru November 2025. Bug, exploit, atau masalah skala bisa muncul di production yang lebih besar.

2. MON volatil

Token baru naik turun ekstrem. Bukan untuk investor yang tidak tahan volatilitas.

3. Kompetisi sengit

High-performance L1 ramai. Banyak yang janji "Ethereum killer" tapi gagal dapat traction berkelanjutan.

4. Decentralization vs speed

Untuk capai kecepatan tinggi, ada trade-off. Validator butuh hardware kuat, yang bisa bikin jaringan lebih tersentralisasi.

5. Ekosistem masih muda

Walaupun growth cepat, ekosistem Monad jauh lebih kecil dari Ethereum atau Solana. Likuiditas dan DApp terbatas.

Cara Akses dari Indonesia

Per Mei 2026:

MON token:

  • Listed di beberapa exchange global (Binance, OKX, Bybit)
  • Belum di exchange Bappebti Indonesia (Pintu, Reku, Indodax)
  • Akses via DEX dengan bridge

Pakai chain Monad:

  1. Tambah RPC Monad ke MetaMask
  2. Bridge aset dari Ethereum
  3. Akses DApp yang sudah deploy

Untuk pemula, tunggu listing di exchange Bappebti untuk akses lebih aman dan legal.

Penutup

Monad adalah salah satu blockchain baru paling menjanjikan di 2026. Parallel EVM bisa menyelesaikan masalah kecepatan Ethereum sambil tetap kompatibel dengan ekosistem yang ada.

Tapi sebagai chain baru (kurang dari 1 tahun mainnet), Monad masih dalam fase pembuktian. Bisa sukses besar, bisa juga jadi "another fast chain" yang tenggelam.

Untuk Sobat Kripto Indonesia: menarik untuk dipantau, tapi belum cocok untuk investasi besar. MON sangat volatile dan ekosistem masih awal. Pelajari dulu, eksplorasi dengan jumlah kecil kalau penasaran.

Ini bukan saran investasi. DYOR sebelum invest MON atau bridge ke Monad. Aset yang Sobat Kripto hold wajib dilaporkan di SPT Tahunan dengan kode harta 029.

Pelajari lebih lanjut: MegaETH Real-Time L2, Apa itu EVM?, Solana Firedancer.

FAQ Monad

Apa beda Monad dengan Ethereum?

Ethereum proses transaksi berurutan (sequential), satu per satu. Monad proses transaksi yang tidak konflik secara bersamaan (parallel). Hasilnya Monad jauh lebih cepat. Tapi keduanya EVM compatible, jadi aplikasi Ethereum bisa jalan di Monad.

Apakah Monad benar-benar bisa 10.000 TPS?

Target-nya 10.000 TPS. Di praktek, throughput real tergantung demand dan kondisi jaringan. Blockchain baru sering punya gap antara target lab dan performa mainnet sebenarnya. Pantau data on-chain untuk angka real.

Apa itu MON token?

MON adalah native token Monad untuk bayar gas, staking, dan governance. Listed di exchange global tapi belum di exchange Bappebti Indonesia per Mei 2026. Sangat volatile karena baru launching.

Monad lebih bagus dari Solana?

Beda kekuatan. Monad EVM compatible (developer Ethereum mudah pindah), Solana tidak EVM tapi ekosistem lebih mature. Monad lebih baru dengan hype besar, Solana sudah proven 4+ tahun. Tidak ada "lebih bagus" absolut.

Aman invest di MON sekarang?

Sangat berisiko. MON token baru, volatilitas ekstrem, ekosistem belum mature. Untuk pemula crypto, lebih aman mulai dari Bitcoin atau Ethereum dulu. MON hanya cocok untuk yang paham risiko tinggi dan pakai uang dingin.

Advertisement336 × 280 · Medium Rectangle

Sumber

  1. Monad Official Site(akses 26 Mei 2026)
  2. Monad Mainnet Launch - Bankless(akses 26 Mei 2026)
Disclaimer

Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.

Bermanfaat? Bantu sebarkan:
Bagikan:
Penulis
Tim Redaksi

Tim editorial beritakripto.id meliput berita dan tren crypto di Indonesia.