Analisis

Liquid Restaking Token (LRT): Yield Bertingkat dari ETH yang Sama

LRT seperti eETH (Ether.fi) dan ezETH (Renzo) capai TVL mendekati $8 miliar di 2026. Tapi exploit Kelp DAO $292 juta jadi peringatan. Layakkah Sobat Kripto coba?

Tim RedaksiTim editorial beritakripto
25 Mei 20266 menit baca
Bagikan:
Token Ethereum dengan grafik staking yield

Sobat Kripto pernah dengar ungkapan "memutar uang"? Maksudnya uang dipakai untuk hal A, hasilnya dipakai untuk hal B, hasilnya lagi untuk C. Tiap putaran tambah produktif.

Itu yang dilakukan Liquid Restaking Token (LRT) di Ethereum. Satu ETH bisa hasilkan tiga lapis yield sekaligus:

  1. Yield dari staking Ethereum (3-5% per tahun)
  2. Yield dari restaking via EigenLayer (1-3%)
  3. Yield dari likuiditas LRT di DeFi (1-5%)

Total: bisa 5-13% per tahun, tergantung kondisi pasar.

Per Mei 2026, total nilai yang dikelola LRT protocol mendekati $8 miliar. Ini salah satu kategori paling cepat tumbuh di DeFi. Tapi ada juga warning besar yang harus Sobat Kripto ketahui.

Memahami Staking Bertingkat

Untuk paham LRT, mari urut dari dasar.

Lapisan 1: ETH Staking Biasa

Kamu lock ETH untuk jadi validator atau via Lido. Dapat ETH reward sekitar 3-5% APR. Sebagai gantinya, kamu dapat token stETH (Lido) atau langsung stake validator (32 ETH minimum).

Lapisan 2: Restaking via EigenLayer

ETH yang sudah di-stake dipakai lagi untuk mengamankan layanan lain bernama AVS (Actively Validated Services). Kamu dapat reward tambahan. Tapi sebagai imbalannya: kalau AVS yang kamu amankan melakukan kesalahan, ETH kamu bisa ke-slash.

Lapisan 3: LRT (Liquid Restaking Token)

LRT adalah tokenisasi dari ETH yang di-restake. Setelah restake, kamu dapat token LRT (seperti eETH, ezETH, rsETH). Token ini bisa diperdagangkan, dipakai sebagai kolateral, atau di-yield farming lagi.

Ini bukan satu lapis - ini tiga lapis sekaligus. Hence the term "yield bertingkat".

Pemain Utama LRT 2026

Ether.fi (eETH)

Ether.fi adalah LRT terbesar di 2026. Tokennya:

  • eETH: rebasing token (saldo bertambah otomatis)
  • weETH: wrapped version yang lebih likuid di DeFi

Kelebihan Ether.fi: native restaking (langsung deposit ETH, tidak perlu via Lido dulu), governance token ETHFI ada, ekosistem partner luas.

Renzo (ezETH)

Renzo adalah LRT yang menggunakan strategi algoritmik. Tokennya:

  • ezETH: token yang harganya rebasing

Yang unik dari Renzo: smart contract otomatis pilih AVS yang dianggap optimal berdasarkan risk-adjusted return. Lebih hands-off untuk user.

Kelp DAO (rsETH)

Kelp DAO menjadi salah satu LRT besar di awal, tapi mengalami insiden serius di awal 2026.

April 2026: exploit cross-chain adapter LayerZero menyebabkan kerugian sekitar $292 juta. Bukan smart contract Kelp yang bobol, tapi infrastruktur bridge yang dipakai. Tetap, dampaknya besar: 18% dari supply rsETH (sekitar 116.500 token) sempat unbacked di beberapa chain.

Ini jadi pengingat: meskipun nama besar, smart contract DeFi tetap berisiko.

Swell Network (swETH)

Swell adalah LRT yang awalnya hanya LST (liquid staking), lalu expand ke LRT. Tokennya swETH, ditambah governance SWELL.

Mengapa LRT Booming?

Beberapa alasan kategori ini tumbuh pesat 2024-2026:

1. Yield superior

Kombinasi 3 lapis yield jauh melebihi staking ETH biasa. Untuk investor Yang chasing yield, LRT menarik.

2. Likuiditas tinggi

Tokel LRT bisa diperdagangkan kapan saja. Lebih likuid daripada stake ETH langsung yang ada unbonding period.

3. EigenLayer mature

EigenLayer sebagai underlying restaking infrastructure sudah teruji dan punya banyak AVS aktif. Ekosistem siap.

4. Composability DeFi

LRT bisa dipakai sebagai kolateral di Aave, dijadikan LP di Curve, atau dipakai di banyak protokol DeFi lain. Banyak pilihan strategi.

5. Cross-chain expansion

LRT 2026 bukan cuma di Ethereum mainnet. Sudah ada versi di Arbitrum, Base, Optimism, dan Layer 2 lain.

Risiko LRT yang Wajib Dipahami

Bukan tanpa alasan beberapa kritikus sebut LRT sebagai "Terra moment yang menunggu terjadi". Risikonya nyata.

1. Risiko slashing bertingkat

ETH kamu bisa ke-slash di lapisan staking biasa DAN di lapisan restaking. Risiko slashing yang lebih kompleks dari staking biasa.

2. Risiko smart contract berlapis

Setiap lapis (LST + EigenLayer + LRT) punya smart contract sendiri. Kalau salah satu bobol, dana kamu bisa hilang. Lebih banyak smart contract = lebih banyak attack surface.

3. Risiko cross-chain (terbukti dari Kelp DAO)

Kalau LRT kamu di-bridge ke chain lain, kamu kena risiko bridge tambahan. Insiden Kelp DAO April 2026 menunjukkan ini bukan teoritis.

4. Risiko depeg

LRT bisa lose peg dari nilai underlying ETH-nya. Saat panic atau likuiditas turun, ezETH atau eETH bisa trade di bawah 1:1 dengan ETH.

5. Risiko governance token

Banyak LRT distribusi reward dalam governance token sendiri (ETHFI, REZ, KEP, dll.) yang harganya bisa kolaps.

6. Risiko likuidasi cascading

Kalau LRT dipakai sebagai kolateral di Aave, dan ETH crash, bisa terjadi likuidasi besar-besaran yang mempercepat penurunan harga LRT.

Strategi Realistis untuk Sobat Kripto

Kalau tertarik LRT, ini saran yang tidak gila:

Untuk pemula crypto: Skip LRT. Mulai dari spot Bitcoin atau Ethereum dulu via Pintu/Reku/Indodax. LRT terlalu kompleks untuk pemula.

Untuk yang sudah experienced (sudah main DeFi 1+ tahun):

  • Alokasi maksimal 5-10% portofolio Ethereum ke LRT
  • Diversifikasi minimal 2-3 LRT protocol (jangan all-in di satu)
  • Pilih LRT besar dengan audit yang kuat (Ether.fi, Renzo)
  • Pantau berita rutin - LRT sangat sensitif terhadap incident
  • Siap rugi kapan saja - ini bukan investasi konservatif

Yang HARUS dihindari:

  • LRT baru tanpa track record (less than 6 months)
  • LRT yang janji APR 20%+ (biasanya emisi token sendiri, tidak sustainable)
  • All-in capital di satu LRT

Cara Akses dari Indonesia

LRT belum ada di exchange Bappebti Indonesia per Mei 2026. Untuk akses, harus via DeFi langsung:

  1. Buka wallet (MetaMask atau Rabby)
  2. Pindah ETH ke Ethereum mainnet atau Layer 2 (Arbitrum, Base)
  3. Visit etherfi.app atau renzo.com (verifikasi URL!)
  4. Deposit ETH, terima LRT token
  5. Optional: gunakan LRT untuk yield farming di DeFi lain

Pastikan paham gas fee Ethereum (bisa $5-50 per transaksi) sebelum mulai.

Penutup

Liquid Restaking Token adalah salah satu narrative DeFi paling kuat di 2024-2026. Yield bertingkat memang menggiurkan, tapi risiko juga bertingkat.

Insiden Kelp DAO April 2026 menunjukkan: di DeFi, "trust nothing, verify everything" bukan slogan kosong. Bahkan project besar bisa kena exploit lewat dependency mereka (cross-chain bridge, oracle, dll.).

Buat Sobat Kripto retail Indonesia: kalau belum experienced di DeFi, jangan terburu-buru. Pelajari dulu, mulai dari kecil, dan jangan pernah pertaruhkan modal yang tidak siap hilang.

Ini bukan saran investasi. DYOR sebelum coba. LRT token yang Sobat Kripto hold tetap wajib dilaporkan di SPT Tahunan dengan kode harta 029. Yield dalam token native (ETHFI, REZ, dll.) juga punya implikasi pajak - konsultasi dengan tax advisor.

Pelajari lebih lanjut: EigenLayer Restaking, Apa itu Liquid Staking?, Validator Ethereum.

FAQ Liquid Restaking Token

Bedanya LST dan LRT apa?

LST (Liquid Staking Token) seperti stETH dari Lido - tokenisasi dari ETH yang di-stake biasa. LRT (Liquid Restaking Token) seperti eETH dari Ether.fi - tokenisasi dari ETH yang di-stake DAN di-restake via EigenLayer. LRT punya 1 lapis yield tambahan, dengan 1 lapis risiko tambahan juga.

Yield 8-13% dari LRT itu realistis atau scam?

Bisa realistis kalau dari fee real ekosistem (slashing AVS, dll.) plus governance token. Tapi banyak yang inflate yield dengan emisi token sendiri yang akan dump nantinya. Verifikasi: berapa % yield dalam ETH real vs. dalam token governance?

Apa yang terjadi kalau EigenLayer bobol?

Skenario terburuk: semua ETH yang di-restake (puluhan miliar dolar) bisa terdampak. Inilah kenapa risiko sistemik LRT tinggi - mereka bergantung pada EigenLayer sebagai underlying. EigenLayer sudah heavily audited, tapi tidak ada smart contract yang 100% aman.

LRT mana yang paling aman?

Tidak ada yang "paling aman" absolut. Ether.fi dan Renzo dianggap punya audit terkuat dan tim paling teruji per Mei 2026. Tapi insiden Kelp DAO menunjukkan: bahkan project established bisa kena dari dependency mereka. Diversifikasi tetap kunci.

Bisa unstake LRT kapan saja?

Ada dua pilihan: (1) jual LRT di DEX seperti Uniswap (instant, tapi mungkin slippage), atau (2) redeem ke underlying ETH (butuh unbonding period 7-14 hari). Saat panik market, slippage bisa besar - banyak yang lebih pilih tunggu redeem ketimbang jual rugi.

Advertisement336 × 280 · Medium Rectangle

Sumber

  1. Liquid Restaking Protocols 2026 - BeinCrypto(akses 25 Mei 2026)
  2. LRT TVL Near $8 Billion - The Block(akses 25 Mei 2026)
Disclaimer

Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.

Bermanfaat? Bantu sebarkan:
Bagikan:
Penulis
Tim Redaksi

Tim editorial beritakripto.id meliput berita dan tren crypto di Indonesia.