Liquid Staking
Staking dengan liquid receipt token yang bisa dipakai di DeFi sambil tetap earning staking reward.
Penjelasan
Sobat Kripto, liquid staking adalah evolusi staking tradisional. Saat deposit token ke protokol liquid staking, kamu dapat receipt token (stETH dari Lido, rETH dari Rocket Pool) yang merepresentasikan posisi staking. Receipt token ini liquid, bisa di-trade atau dipakai di DeFi sambil tetap accrue staking reward.
Cara Kerja
Deposit ETH ke Lido, dapat stETH dengan ratio 1:1. ETH di-stake ke validator Lido network. Reward staking accrue dengan rebasing stETH supply (untuk versi rebasing) atau apresiasi nilai (untuk versi non-rebasing seperti wstETH). Sobat Kripto bisa swap stETH kembali ke ETH lewat DEX atau redemption protocol kapan saja, meski mungkin ada slippage atau queue.
Use di DeFi
Receipt token liquid staking jadi collateral di Aave, Compound, MakerDAO. Bisa provide liquidity di Curve atau Balancer dengan pair ETH/stETH untuk extra yield. Bisa dipakai di lending untuk leverage staking exposure. Strategi 'looping': borrow ETH dengan stETH collateral, deposit ke Lido lagi, ulangi untuk amplify yield (dengan risiko proporsional).
Risiko
Smart contract risk dari liquid staking protocol. Depeg risk: stETH bisa trade discount dari ETH (terutama saat market stress, seperti Mei 2022 sempat 5 persen depeg). Sentralisasi: Lido kontrol lebih dari 25 persen ETH staked, concerns terhadap kesehatan ekosistem Ethereum. Slashing risk: kalau validator Lido bermasalah, sebagian stETH bisa berkurang nilainya.