Staking
Mengunci crypto untuk membantu mengamankan network Proof of Stake dan mendapat reward.
Penjelasan
Sobat Kripto, di blockchain Proof of Stake (Ethereum, Solana, Cardano), validator mengunci token untuk hak validasi blok. Reward umumnya 3-10 persen APY tergantung network. Staking bisa solo (butuh nominal besar, misal 32 ETH) atau via pool (Lido, Rocket Pool). Risiko: slashing kalau validator nakal, dan locking period.
Cara Kerja PoS
Di Proof of Stake, validator dipilih berdasarkan jumlah token yang di-stake (bukan komputasi seperti PoW). Validator yang stake lebih banyak punya peluang lebih besar validate blok. Reward: block subsidy plus transaction fees. Penalti (slashing): kalau validator nakal atau down, sebagian stake di-burn.
Solo vs Pooled
Solo Ethereum butuh 32 ETH (sekitar Rp2 miliar) dan node 24/7. Reward 3-5 persen APY dengan full control. Pooled (Lido, Rocket Pool, exchange): deposit nominal apapun, dapat liquid staking token yang merepresentasikan share. Lebih mudah, sedikit lebih rendah yield (1-3 persen fee).
Risiko
Slashing kalau validator misbehave. Smart contract risk untuk liquid staking protocols. Unbonding period: Ethereum 1-5 hari, Cosmos 21 hari, Polkadot 28 hari. Selama unbonding tidak bisa dipakai dan tidak dapat reward. Token yang di-stake tetap kena fluktuasi harga.