Cara Pakai Dune Analytics untuk Riset On-Chain Crypto
Dune Analytics bisa sangat kuat untuk riset on-chain, tetapi kamu perlu tahu cara membaca dashboard, query, schema, dan metodologinya sebelum menarik kesimpulan.
Sobat Kripto sering mendengar kalimat seperti, "lihat saja datanya di Dune." Saran itu tidak salah, tetapi juga tidak sesederhana kelihatannya. Dashboard Dune bisa sangat berguna, namun mudah disalahpahami kalau kamu hanya melihat grafik naik atau turun tanpa tahu query di belakangnya.
Dune Analytics pada dasarnya adalah tempat untuk menulis, mencari, dan memvisualkan query blockchain. Dokumentasinya menjelaskan bahwa Dune punya query editor, Data Explorer, Query Explorer, dan Data Catalog yang membuat pengguna bisa mencari dataset, memeriksa schema, dan membangun dashboard dari data on-chain lintas banyak chain.
1. Mulai dari pertanyaan, bukan dari chart
Kesalahan paling umum pemula adalah membuka dashboard populer lalu mencari narasi sesudahnya. Padahal proses yang lebih sehat justru kebalikannya.
Tanya dulu:
- saya mau tahu apa?
- metrik apa yang benar-benar mewakili pertanyaan itu?
- data itu perlu dilihat harian, mingguan, atau kumulatif?
Contoh:
- Kalau kamu ingin menilai adopsi dApp, metrik aktif wallet mungkin lebih relevan daripada volume semata.
- Kalau kamu ingin memahami token unlock, transfer dari treasury mungkin lebih penting daripada harga harian.
- Kalau kamu ingin membaca kesehatan DEX, fees, volume, dan jumlah trader aktif biasanya perlu dilihat bersama.
Dengan cara ini, Dune menjadi alat investigasi, bukan mesin pembenaran opini.
2. Gunakan Query Explorer dan dashboard komunitas dengan skeptis sehat
Dokumentasi Dune menjelaskan bahwa Query Explorer membantu pengguna mencari query yang sudah ada. Ini sangat berguna, terutama kalau kamu belum siap menulis SQL sendiri.
Namun ada satu aturan penting: dashboard komunitas adalah titik mulai, bukan titik akhir.
Saat menemukan dashboard yang terlihat bagus, cek dulu:
- siapa pembuatnya;
- kapan terakhir diperbarui;
- apakah query-nya terbuka;
- tabel apa yang dipakai;
- definisi metriknya jelas atau tidak.
Kalau sebuah dashboard menunjukkan lonjakan besar tetapi kamu tidak bisa menjelaskan rumus di baliknya, jangan langsung pakai grafik itu sebagai dasar keputusan.
3. Biasakan buka Data Explorer sebelum percaya hasil query
Salah satu bagian paling berguna di Dune adalah Data Explorer. Dokumentasi resminya menjelaskan bahwa panel ini memberi akses langsung ke Data Catalog, sehingga kamu bisa mencari tabel, memeriksa schema, dan menambahkan kolom tanpa meninggalkan query editor.
Secara praktis, ini membantu kamu menjawab pertanyaan seperti:
- tabel ini berisi transaksi mentah atau data yang sudah didecode?
- kolom
amountini satuannya apa? - address ini kontrak atau EOA?
- data berasal dari chain mana?
Kalau kamu melewati tahap ini, risiko salah baca angka jadi jauh lebih besar.
4. Bedakan data mentah, decoded, dan curated
Dokumentasi Data Catalog Dune menjelaskan bahwa platform ini menyediakan dataset raw, decoded, dan curated di lebih dari 100 blockchain.
Perbedaannya penting:
Raw
Data paling dekat ke bentuk asli blockchain. Sangat kuat, tetapi biasanya butuh interpretasi teknis lebih dalam.
Decoded
Data yang sudah diterjemahkan dari event atau call contract tertentu, sehingga lebih mudah dibaca.
Curated
Data yang sudah disusun agar lebih praktis untuk analisis umum.
Semakin curated suatu dataset, semakin cepat kamu bekerja. Tetapi semakin cepat juga kamu perlu mengecek asumsi penyusunnya. Itu trade-off yang wajar.
5. Jangan tertipu angka besar tanpa definisi yang jelas
Dalam riset on-chain, angka yang besar sering terlihat meyakinkan. Padahal masalah utamanya sering bukan di angka, tetapi di definisi.
Beberapa contoh jebakan:
Active users
Apakah yang dihitung alamat unik, wallet terfilter, atau user hasil heuristik?
Volume
Apakah volume itu gross volume, net volume, atau hasil agregasi lintas pool?
Fee
Apakah fee yang dicatat milik protokol, milik validator, atau milik pihak ketiga?
Bridge flow
Apakah arus dana itu benar-benar masuk baru, atau cuma perpindahan antar dompet internal?
Satu grafik bisa terlihat sangat bullish, tetapi interpretasinya berubah total kalau definisinya berubah.
6. Cara pakai Dune untuk pembaca Indonesia yang belum bisa SQL
Tidak semua orang perlu menulis query dari nol. Bahkan untuk investor retail, Dune tetap berguna kalau dipakai dengan disiplin:
- Cari dashboard komunitas untuk topik yang kamu teliti.
- Buka query asalnya.
- Baca judul tabel dan filter utamanya.
- Periksa apakah periode waktunya masuk akal.
- Bandingkan dengan sumber lain seperti dokumentasi protokol atau dashboard resmi.
Pendekatan ini sudah cukup untuk mengurangi risiko salah kutip data saat kamu meneliti token, bridge, stablecoin, atau aktivitas chain tertentu.
7. Dune kuat untuk tren, lemah untuk narasi instan
Dune sangat bagus untuk:
- melihat perubahan perilaku on-chain;
- memeriksa distribusi wallet;
- membandingkan activity antar-protokol;
- menguji asumsi pasar dengan data.
Tetapi Dune tidak otomatis memberi jawaban atas pertanyaan "jadi saya harus beli atau tidak?"
Keputusan investasi tetap butuh:
- pemahaman tokenomics;
- risiko regulasi;
- likuiditas;
- struktur insentif;
- konteks makro.
Data on-chain bisa memperkuat argumen, tetapi jarang cukup berdiri sendiri.
8. Checklist cepat sebelum memakai dashboard Dune sebagai dasar keputusan
Sebelum kamu percaya satu chart, cek:
- pertanyaan apa yang dijawab query ini;
- dataset yang dipakai raw, decoded, atau curated;
- definisi metriknya jelas atau kabur;
- rentang waktunya sesuai;
- apakah query masih relevan dengan kondisi protokol saat ini.
Kalau lima hal ini lolos, peluang kamu salah baca data turun cukup banyak.
Untuk Sobat Kripto yang ingin naik kelas dari sekadar baca sentimen ke baca bukti, Dune adalah alat yang sangat layak dipelajari. Bukan karena semua jawaban ada di sana, tetapi karena ia memaksa kamu berpikir lebih tertib: definisi dulu, baru kesimpulan.
Itu juga yang membedakan riset yang matang dari sekadar mengulang narasi pasar. Dashboard cantik memang membantu, tetapi yang benar-benar memberi nilai adalah kemampuan kamu membaca metodologi di baliknya.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan saran investasi. Data on-chain dapat berubah menurut query, filter, dan waktu pengambilan, sehingga hasil analisis harus diverifikasi ulang sebelum dipakai untuk keputusan finansial.
FAQ Dune Analytics
Apakah saya harus bisa SQL untuk memakai Dune?
Tidak harus. Kamu sudah bisa mulai dari Query Explorer dan dashboard komunitas, lalu belajar membaca struktur query secara bertahap.
Apa risiko terbesar saat memakai dashboard komunitas?
Risiko terbesarnya adalah memakai grafik tanpa memahami definisi metrik, filter, atau dataset yang dipakai.
Apa bedanya raw, decoded, dan curated data di Dune?
Raw adalah data paling mentah dari blockchain, decoded sudah diterjemahkan dari event atau function tertentu, sedangkan curated disusun agar lebih praktis untuk analisis umum.
Kapan data Dune sebaiknya tidak dipakai sendirian?
Saat kamu menilai proyek, token, atau aktivitas pasar yang juga dipengaruhi likuiditas, regulasi, atau desain insentif. Data on-chain sebaiknya dibaca bersama konteks lain.
Sumber
- Query Editor Overview - Dune Docs(akses 2 Jul 2026)
- Find Data Tables with the Data Explorer - Dune Docs(akses 2 Jul 2026)
- Data Catalog - Dune Docs(akses 2 Jul 2026)
- Writing Efficient Queries - Dune Docs(akses 2 Jul 2026)
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menerima kompensasi dari Dune. Dashboard on-chain dapat membantu riset, tetapi hasilnya tetap harus dibaca bersama metodologi query dan konteks pasar yang lebih luas.
Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.
Sarjana Kimia yang menaruh minat pada Decentralized Science atau DeSci, integritas data on-chain, dan tokenisasi aset dunia nyata yang berkaitan dengan riset serta inovasi. Tulisannya berfokus menjernihkan klaim teknis dan membantu pembaca membedakan kegunaan blockchain dari narasi pemasaran.