Cara Mining Ethereum Classic (ETC) 2026
Ethereum Classic sebagai sisa miner PoW post-Merge: hash rate, hardware GPU, profitability calculator, dan pool.
Ketika Ethereum bermigrasi dari Proof of Work ke Proof of Stake melalui The Merge pada September 2022, jutaan miner GPU kehilangan koin utamanya. Banyak yang pindah ke Ethereum Classic (ETC), satu-satunya jaringan major yang masih memakai algoritma mirip Ethash dan kompatibel dengan rig GPU yang sebelumnya menambang ETH. Tutorial ini menjelaskan cara mining ETC di 2026, mulai dari hardware, software, hingga pemilihan pool.
Apa Itu Ethereum Classic dan Kenapa Masih PoW
Ethereum Classic adalah hasil hard fork dari Ethereum pada Juli 2016, ketika komunitas berpisah pendapat soal pembalikan transaksi The DAO hack. Pihak yang menolak intervensi tetap melanjutkan chain asli, yang dikenal sebagai ETC. Sejak itu Ethereum Classic mempertahankan filosofi "code is law" dan mempertahankan konsensus Proof of Work, sebagaimana didokumentasikan di ethereumclassic.org.
ETC menggunakan algoritma Etchash, varian dari Ethash dengan epoch length yang berbeda untuk mengurangi DAG size. Karena Etchash kompatibel dengan GPU yang sebelumnya menambang ETH, ETC menjadi tujuan utama eksodus miner pasca-Merge.
Yang Anda Butuhkan
- Rig dengan GPU minimal 4 GB VRAM untuk Etchash (lebih besar untuk masa depan DAG growth)
- Power supply yang cukup, biasanya 1.000-1.500 watt untuk rig 6 GPU
- Sistem operasi mining (Windows 10/11 atau HiveOS)
- Wallet ETC untuk menerima reward (MetaMask dengan jaringan ETC, atau hardware wallet)
- Software miner (lolMiner, NBMiner, atau GMiner)
- Akun pool mining
Langkah 1: Siapkan Wallet ETC
Buat wallet yang mendukung Ethereum Classic. MetaMask bisa dikonfigurasi dengan menambahkan jaringan ETC manual: Chain ID 61, RPC endpoint dari chainlist.org, dan native currency ETC. Untuk keamanan jangka panjang, gunakan hardware wallet seperti Ledger yang sudah support ETC native.
Simpan address public Anda. Address ini akan dimasukkan ke konfigurasi miner agar reward dikirim langsung ke wallet pribadi.
Langkah 2: Pilih Pool Mining
Mining solo ETC dengan single rig praktis tidak realistis karena network hash rate sudah ratusan TH/s. Pool mining membagi reward secara proporsional berdasarkan share yang Anda kontribusikan. Pool populer untuk ETC antara lain Ethermine, 2Miners, F2Pool, dan Hiveon. Pertimbangkan lokasi server pool terdekat untuk mengurangi latency, fee pool (biasanya 0,5-1%), dan minimum payout.
Tip: Bandingkan beberapa pool selama beberapa hari sebelum commit. Hash rate efektif Anda di pool bisa berbeda karena reject rate dan stale share.
Langkah 3: Konfigurasi Software Miner
Download lolMiner atau NBMiner dari GitHub resmi. Edit file batch atau script dengan parameter berikut:
- Algoritma: etchash
- Pool URL dan port (cek dokumentasi pool yang dipilih)
- Wallet address ETC Anda
- Worker name untuk identifikasi rig
Contoh struktur untuk lolMiner: --coin ETC --pool etc.2miners.com:1010 --user 0xYourAddress.workername. Sesuaikan dengan dokumentasi miner Anda.
Langkah 4: Optimasi GPU
Mining Etchash bergantung pada memory bandwidth GPU. Setting yang umum direkomendasikan komunitas adalah memory clock plus 1.000 hingga 1.500 MHz untuk seri RTX 30, core clock undervolt agar power efficient, dan power limit 60-70% dari maksimum.
Warning: Setiap GPU punya silicon lottery. Mulai dari setting konservatif, naikkan bertahap, dan stress test 24 jam sebelum dianggap stabil. Memory overclock yang terlalu agresif menyebabkan invalid share tanpa crash.
Langkah 5: Hitung Profitability
Profitability mining berubah harian tergantung harga ETC, network difficulty, dan biaya listrik. Gunakan kalkulator publik seperti WhatToMine atau Minerstat sebagai estimasi awal. Masukkan total hash rate rig Anda dalam MH/s, konsumsi watt, dan tarif listrik per kWh.
Untuk konteks Indonesia, tarif listrik R-1/TR PLN untuk daya 1.300-2.200 VA berkisar Rp 1.444 per kWh, per tabel tarif PLN. Hitung break-even dengan jujur: hardware cost, listrik bulanan, depresiasi GPU. Jangan asumsikan harga ETC akan naik untuk membenarkan ROI.
Troubleshooting
- DAG size error: GPU dengan VRAM 4 GB akan habis dalam beberapa epoch ke depan. Cek DAG size kalkulator untuk planning upgrade.
- High reject rate: Cek ping ke pool, turunkan memory overclock, atau coba pool dengan server lebih dekat.
- Software crash: Update driver GPU ke versi stable terbaru. Hindari driver eksperimental.
Pertimbangan Sebelum Mulai
Mining bukan investasi pasif yang dijamin untung. Network difficulty ETC fluktuatif tergantung jumlah miner aktif. Saat harga ETC turun atau tarif listrik naik, banyak rig menjadi rugi. Selain itu, Indonesia belum punya regulasi spesifik untuk mining individual, sehingga konsultasi pajak penghasilan dari hasil mining tetap diperlukan.
Disclaimer
Tutorial bersifat informasi. Verifikasi versi software dan alamat wallet sebelum digunakan. Crypto mining berisiko tinggi: harga aset, difficulty, dan biaya listrik bisa berubah cepat. Bukan saran finansial. DYOR.
Sumber
- Ethereum Classic official site(akses 20 Mei 2026)
- Ethash mining algorithm explainer(akses 20 Mei 2026)
Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.
Founder beritakripto.id. Menulis seputar crypto, blockchain, dan regulasi di Indonesia.