Mining
Proses validasi transaksi blockchain Proof of Work dengan menyelesaikan teka-teki kriptografi.
Penjelasan
Sobat Kripto, miner menjalankan hardware khusus (ASIC untuk Bitcoin, GPU dulu untuk Ethereum) yang melakukan hash computation untuk solve proof-of-work puzzle. Miner pertama yang solve mendapat reward (block subsidy plus transaction fees). Mining mengonsumsi listrik signifikan, alasan Ethereum beralih ke PoS lewat The Merge 2022.
Mekanika Proof of Work
Miner berkompetisi solve cryptographic puzzle: cari nonce sehingga hash blok jatuh di bawah target. Karena hash function deterministik tapi unpredictable, satu-satunya cara solve adalah trial-and-error. Miner pertama yang solve broadcast blok ke network. Difficulty otomatis adjust setiap 2.016 blok agar rata-rata 10 menit per blok.
Hardware
Era awal Bitcoin (2009-2012): CPU lalu GPU. Sejak 2013: ASIC chip khusus untuk SHA-256. Antminer S21 (2024): sekitar 200 TH/s. Mining Ethereum dulu pakai GPU sampai The Merge. Sekarang GPU dipakai untuk altcoin seperti Ravencoin, Ergo, Kaspa. ROI mining BTC retail makin sulit karena kompetisi industrial farm.
Konteks Indonesia
Mining BTC di Indonesia ada tapi tidak banyak skala industri karena biaya listrik PLN relatif tinggi. Lokasi favorable: dekat PLTA atau geothermal di Sumatera. Status legal tidak dilarang explicit. Income mining dianggap penghasilan, kena PPh sesuai tarif pribadi atau badan. Konsultasi konsultan pajak untuk operasi komersial.