Analisis

Binance USD (BUSD): Sejarah Runtuh dan Pelajaran

BUSD lifecycle: peluncuran 2019, dominasi pasar, lalu winding down 2024 setelah SEC + NYDFS action.

Tim RedaksiTim editorial beritakripto
20 Mei 20264 menit baca
Bagikan:
BUSD Binance stablecoin sejarah

Binance USD atau BUSD adalah salah satu cerita stablecoin paling instructive dalam sejarah crypto. Dari peluncuran berlisensi resmi pada 2019, menjadi top-3 stablecoin global dengan market cap puluhan miliar dollar, hingga winding down setelah aksi regulator pada 2023-2024. Kisah BUSD menggambarkan bagaimana regulasi bisa secara drastis mengubah lanskap stablecoin dalam waktu singkat.

Artikel ini meninjau perjalanan BUSD dan pelajaran yang relevan untuk investor crypto Indonesia hari ini.

Peluncuran 2019: Stablecoin Berlisensi

BUSD diluncurkan pada September 2019 melalui kemitraan antara Binance dan Paxos Trust Company. Paxos adalah perusahaan teknologi finansial yang teregulasi oleh New York State Department of Financial Services (NYDFS), salah satu regulator finansial paling ketat di Amerika Serikat.

Struktur kerjasama:

  • Paxos: penerbit resmi BUSD, memegang cadangan USD, dan melakukan compliance regulasi
  • Binance: rekan komersial yang memberikan brand, distribusi, dan integrasi exchange

BUSD dijamin 1:1 oleh USD dalam custody di bank teregulasi AS. Karena status berlisensi NYDFS, BUSD secara teoretis adalah salah satu stablecoin paling teregulasi di dunia.

Dominasi Pasar 2020-2022

Selama bull market 2020-2022 dan ekspansi Binance secara global, BUSD tumbuh dramatis. Pada puncaknya, market cap BUSD mencapai sekitar $23 miliar, menjadikannya stablecoin terbesar ketiga setelah USDT dan USDC.

Pertumbuhan ini didorong beberapa faktor:

  1. Promosi Binance: zero-fee atau diskon fee untuk pair trading dengan BUSD
  2. Auto-conversion: Binance pernah men-default deposit stablecoin tertentu ke BUSD
  3. Cross-chain availability: BUSD tersedia di BNB Chain dengan fee transaksi sangat rendah
  4. Brand trust: kombinasi Paxos (regulated issuer) dan Binance (exchange terbesar) memberi kesan keamanan

BUSD menjadi pilihan utama trader untuk pair BTC/BUSD, ETH/BUSD, dan banyak pair lain di Binance.

Februari 2023: SEC dan NYDFS Action

Titik balik datang pada Februari 2023. Per laporan Reuters tertanggal 13 Februari 2023, Paxos mengumumkan akan berhenti menerbitkan BUSD baru setelah menerima instruksi dari NYDFS.

Pada hari yang sama, Paxos juga menerima Wells Notice dari Securities and Exchange Commission (SEC) AS. Wells Notice adalah notifikasi formal bahwa SEC sedang mempertimbangkan tindakan enforcement, dalam kasus ini terkait klaim bahwa BUSD adalah unregistered security.

Dampak langsung:

  1. Paxos berhenti minting BUSD baru efektif 21 Februari 2023
  2. Paxos tetap mendukung redemption BUSD existing ke USD
  3. Cadangan BUSD existing tetap dijamin secara penuh
  4. Market cap BUSD mulai turun konsisten karena tidak ada minting baru dan ada redemption

2023-2024: Wind-Down

Sepanjang 2023, supply BUSD turun secara bertahap. User memindahkan dana ke stablecoin lain seperti USDT, USDC, atau TUSD. Binance secara aktif mendorong migrasi ini, termasuk dengan auto-conversion untuk beberapa balance BUSD ke FDUSD.

Pada awal 2024, Binance mengumumkan timeline definitif untuk penghentian dukungan BUSD. Per dokumentasi Binance Support, trading pair BUSD secara bertahap dihapus, dan user diminta untuk redeem atau convert BUSD ke stablecoin lain.

Per pertengahan 2024, BUSD pada dasarnya sudah tidak menjadi stablecoin aktif di exchange utama. Supply yang tersisa minimal dan sebagian besar user telah migrasi.

Apakah Investor Kehilangan Dana?

Ini pertanyaan penting. Jawaban singkat: tidak, sebagian besar tidak.

Karena BUSD memang dijamin 1:1 dan Paxos terus mendukung redemption, user yang masih hold BUSD selama proses wind-down tetap bisa redeem ke USD atau convert ke stablecoin lain dengan rasio 1:1. Tidak ada haircut atau loss material.

Yang menjadi inkonvenien:

  1. User harus aktif memantau timeline dan melakukan konversi
  2. Yang tidak aktif berisiko hold token yang likuiditasnya makin tipis
  3. Beberapa DEX dan DeFi protocol yang masih hold BUSD perlu migrasi

Untuk perbandingan, ini sangat berbeda dari kasus UST Terra di mana investor kehilangan hampir seluruh nilai dalam beberapa hari.

Pelajaran dari Kasus BUSD

1. Regulasi Bisa Mengakhiri Stablecoin

Stablecoin yang nampak paling teregulasi sekalipun bisa dihentikan operasinya jika regulator memutuskan demikian. BUSD adalah contoh paling jelas. NYDFS sebagai regulator punya kewenangan untuk menginstruksikan Paxos berhenti minting.

Investor stablecoin tidak boleh menganggap status regulated sebagai jaminan kontinuitas operasional. Status regulated berarti compliance, bukan immunity dari regulator action.

2. Diversifikasi Stablecoin Penting

User yang hanya hold BUSD harus melalui proses migrasi yang inkonvenien. User yang sudah diversifikasi ke USDT, USDC, dan stablecoin lain mengalami stress lebih rendah.

Strategi praktis: jangan over-concentrate di satu stablecoin issuer, terutama jika balance besar.

3. Brand Exchange Tidak Selalu = Backing Stablecoin

Banyak user salah menganggap BUSD adalah produk Binance secara langsung. Realitanya, Paxos adalah penerbit dan pemegang cadangan. Ketika Paxos berhenti, Binance tidak bisa "menyelamatkan" BUSD karena Binance bukan issuer.

Penting untuk memahami siapa entitas penerbit di balik setiap stablecoin.

4. Wind-Down Bisa Berjalan Tertib

Kontras dengan UST yang kolaps spektakuler, BUSD wind-down berjalan tertib dengan timeline jelas dan dukungan redemption. Ini menunjukkan bahwa stablecoin fiat-backed dengan cadangan riil bisa di-wind-down tanpa kerugian material untuk holder.

Konteks Indonesia

Investor crypto Indonesia yang aktif di Binance mungkin pernah hold BUSD selama 2020-2023. Bagi yang masih punya saldo BUSD, redemption seharusnya sudah complete atau sangat mendekati selesai.

Untuk ke depan, pelajaran utama:

  1. Diversifikasi stablecoin: jangan 100% USDT atau 100% di satu stablecoin
  2. Pantau perkembangan regulasi AS karena dampaknya global
  3. Punya rencana migrasi jika stablecoin yang Anda gunakan menghadapi tekanan regulasi

Penutup

BUSD bukan kegagalan stablecoin. Ini kegagalan strategi distribusi dan ketergantungan regulasi. Cadangan tetap solid, redemption tetap berfungsi, namun stablecoin sebagai produk pada dasarnya dihentikan oleh aksi regulator.

Pelajaran terpenting: di dunia stablecoin, regulasi adalah faktor risiko sebesar atau bahkan lebih besar dari risiko teknis. Investor harus selalu mempertimbangkan compliance landscape ketika memilih stablecoin untuk holding jangka panjang.

Bukan saran finansial. DYOR sebelum mengambil keputusan investasi.

Advertisement336 × 280 · Medium Rectangle

Sumber

  1. Paxos to Discontinue Issuing BUSD - Reuters(akses 20 Mei 2026)
  2. Binance Support BUSD Information(akses 20 Mei 2026)
  3. Investopedia - Stablecoin(akses 20 Mei 2026)
Disclaimer

Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.

Bermanfaat? Bantu sebarkan:
Bagikan:
Penulis
Tim Redaksi

Tim editorial beritakripto.id meliput berita dan tren crypto di Indonesia.