Axie Infinity vs Illuvium: Game Crypto Perbandingan
Dua game crypto generasi berbeda: Axie (auto-battler P2E) vs Illuvium (AAA quality), tokenomics, dan komunitas.
Axie Infinity dan Illuvium sering dijadikan dua titik referensi paling kontras dalam diskusi game crypto. Yang pertama mendefinisikan boom play-to-earn 2021 dengan grafik sederhana dan ekonomi yang akhirnya kolaps. Yang kedua hadir sebagai upaya membuktikan bahwa game on-chain bisa menyamai kualitas produksi AAA. Artikel ini membandingkan keduanya dari sisi gameplay, tokenomics, dan dinamika komunitas.
Konteks Pasar Game Crypto
Setelah crash 2022, ekspektasi pasar terhadap game crypto bergeser. Investor dan pemain tidak lagi puas dengan "klik untuk earn" tanpa gameplay menarik. Generasi baru game crypto menekankan game-first design dengan blockchain sebagai layer ownership opsional.
Axie Infinity merepresentasikan generasi pertama yang fokus pada model ekonomi, sementara Illuvium mewakili upaya generasi kedua untuk membuat game on-chain yang dimainkan karena fun, bukan hanya untuk earning.
Tesis: Dua Filosofi Desain yang Berbeda
Tesis utama artikel ini adalah bahwa Axie dan Illuvium bukan kompetitor langsung, melainkan dua ekspresi berbeda dari pertanyaan dasar: kenapa game butuh blockchain? Axie menjawabnya dengan "untuk mendistribusikan pendapatan ke pemain", sementara Illuvium menjawabnya dengan "untuk memberi pemain kepemilikan sejati atas aset yang dihabiskan ratusan jam mereka kumpulkan".
Evidence 1: Axie Infinity - Skala dan Mekanisme
Axie Infinity dikembangkan Sky Mavis, studio asal Vietnam yang didirikan tahun 2018. Game ini menggunakan model auto-battler turn-based dengan tiga Axie per tim. NFT Axie diperdagangkan di marketplace, dan reward berupa token SLP (Smooth Love Potion) bisa dipanen lewat PvE dan PvP.
Pada puncak 2021, Axie memiliki ribuan komunitas "scholar" di Filipina dan Indonesia. Model "scholarship" memungkinkan pemilik Axie meminjamkan koleksi mereka ke pemain (scholar), dengan profit dibagi sesuai kontrak. Model ini secara efektif mengubah game menjadi sumber pendapatan untuk banyak rumah tangga di Asia Tenggara.
Pada Maret 2022, jembatan Ronin Network milik Sky Mavis terkena eksploitasi besar yang dikemudian hari diatribusikan FBI ke aktor terkait Korea Utara. Insiden ini bersamaan dengan keruntuhan ekonomi token in-game memicu eksodus pemain.
Evidence 2: Illuvium - Pendekatan AAA
Illuvium dikembangkan studio yang berbasis di Australia, didirikan oleh kakak beradik Kieran dan Aaron Warwick. Game ini dibangun dengan Unreal Engine dan grafik 3D realistis. Konsep gameplay-nya mengkombinasikan open-world exploration, monster collection (Illuvial), dan auto-battler PvP.
Token utama Illuvium adalah ILV (governance) dan sILV (utility yang dipakai in-game). NFT-nya berupa Illuvial yang dikumpulkan dengan menjelajahi peta, dan lahan virtual di game ini juga diperjualbelikan sebagai NFT.
Berbeda dengan Axie yang sejak hari pertama dimaksudkan sebagai P2E, Illuvium dimasarkan sebagai game yang fokus pada produksi visual dan gameplay tinggi. Open beta dimulai pada 2023, dengan rilis bertahap untuk beberapa modul gameplay.
Perbandingan Tokenomics
Tokenomics adalah area di mana perbedaan filosofi paling jelas terlihat.
Axie: Dua token utama (AXS dan SLP). AXS memiliki supply terbatas dengan vesting schedule, sementara SLP awalnya didesain dengan inflasi tinggi dan sink yang tidak proporsional. Akibatnya, harga SLP merosot drastis ketika daily active users turun. Sky Mavis kemudian mengimplementasi update untuk menurunkan emisi SLP dan menambah sink, tetapi kerusakan ekosistem sudah terlanjur terjadi.
Illuvium: Pendekatan single governance token (ILV) yang lebih konservatif. sILV dipakai sebagai medium pembayaran in-game, tidak diperdagangkan bebas di luar. Reward ILV diberikan lewat staking dan game competitive, bukan grinding bebas. Pendekatan ini secara teori menjaga kelangkaan ILV, tetapi membatasi pendapatan pasif dari sekadar bermain harian.
Perbandingan Komunitas
Komunitas Axie 2021 sebagian besar termotivasi pendapatan. Banyak guild di Filipina dan Indonesia muncul untuk memanfaatkan model scholarship. Ketika reward turun, eksodus terjadi massal.
Komunitas Illuvium lebih banyak terdiri dari penggemar game dan investor jangka panjang yang holding ILV. Discord dan forumnya didominasi diskusi soal gameplay, lore, dan strategi auto-battler, bukan soal berapa dolar yang bisa di-earn per jam. Skala komunitasnya lebih kecil dibanding Axie di puncaknya, tetapi engagement per pemain cenderung lebih dalam.
Counter-Argument
Pendukung Axie berargumen bahwa game ini telah memberi dampak ekonomi nyata pada banyak rumah tangga di Filipina dan Indonesia pada 2021. Walaupun tidak berkelanjutan, model ini membuktikan bahwa game dapat menjadi mekanisme distribusi pendapatan global, sebuah eksperimen yang patut dipelajari.
Sebaliknya, kritik Illuvium adalah game ini terlalu fokus pada production value sehingga peluncurannya sangat lambat. Beberapa fitur yang dijanjikan butuh waktu bertahun-tahun untuk dirilis, dan ekosistem ekonomi yang kompleks belum sepenuhnya terbukti sustainable di skala besar.
Implikasi untuk Pemain Indonesia
Untuk pembaca yang ingin masuk ke salah satu game ini, beberapa hal layak dipertimbangkan:
Pertama, biaya entry. Axie sekarang punya versi free-to-play (Axie Classic) yang tidak membutuhkan NFT awal, tetapi reward token-nya lebih terbatas. Illuvium memungkinkan bermain tanpa NFT untuk mode tertentu, tetapi pengalaman lengkap memerlukan investasi.
Kedua, ekspektasi return. Kedua game tidak lagi menawarkan return yang realistis seperti era Axie 2021. Anggap waktu bermain sebagai entertainment, bukan investasi pendapatan tetap.
Ketiga, pajak. Transaksi token dan NFT di exchange dalam negeri kena PPh final 0,1 persen sesuai PMK 68/PMK.03/2022. Reward yang diterima dalam bentuk kripto juga perlu dipertimbangkan untuk pelaporan SPT.
Disclaimer
Artikel ini berfungsi sebagai pendidikan, bukan saran finansial atau ajakan bermain game tertentu. Game crypto adalah kategori berisiko tinggi dengan banyak proyek gagal. Verifikasi setiap klaim lewat dokumen resmi proyek dan lakukan riset mandiri.
Sumber
- Axie Infinity (Wikipedia)(akses 20 Mei 2026)
- Illuvium (Wikipedia)(akses 20 Mei 2026)
Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.
Founder beritakripto.id. Menulis seputar crypto, blockchain, dan regulasi di Indonesia.