Berita

Fusaka Upgrade Ethereum Aktif: Fee Layer 2 Arbitrum dan Base Turun 40-60%

Upgrade Fusaka di Ethereum mainnet aktif Desember 2025 dengan PeerDAS (EIP-7594), menaikkan kapasitas blob 3,5x dan menurunkan biaya Layer 2 ke level bawah USD 0,05.

Tim RedaksiTim editorial beritakripto
17 Mei 20264 menit baca
Bagikan:
Logo Ethereum

Upgrade Fusaka (Fulu-Osaka) Ethereum aktif di mainnet pada 3 Desember 2025 di slot 13.164.544, memperkenalkan PeerDAS (EIP-7594) yang membuat validator hanya perlu sample data alih-alih download semua blob. Hasilnya: kapasitas blob naik 3,5x lipat dan biaya transaksi Layer 2 seperti Arbitrum, Base, dan Optimism turun 40-60% dalam bulan-bulan pertama setelah aktivasi (per analisis CoinGecko).

Untuk investor crypto Indonesia, ini relevan karena mayoritas pengguna DeFi dan NFT di Indonesia tergantung pada Layer 2 untuk transaksi affordable - L1 Ethereum mainnet fee yang $20-100+ tidak ekonomis untuk transfer atau swap nominal kecil. Dengan Fusaka, biaya transfer di Arbitrum One sudah konsisten di bawah USD 0,01 dan swap USD 0,01-0,05.

Apa Itu PeerDAS

PeerDAS (Peer Data Availability Sampling) adalah inovasi inti Fusaka. Cara kerjanya:

Sebelum PeerDAS, setiap validator Ethereum harus download semua blob data yang dipost ke chain - ini bottleneck untuk scaling. Dengan PeerDAS, validator hanya download subset sampling (~12,5% data per validator) sambil tetap mempertahankan keamanan kriptografis penuh melalui erasure coding (per dokumentasi Ethereum Foundation).

Implikasi praktis:

  • Bandwidth requirement turun ~85-87,5% - validator hardware lebih terjangkau
  • Kapasitas blob naik dari 3/6 ke 6/9 per blok (target/max)
  • Lebih banyak data L2 bisa di-post tanpa congestion

BPO Fork: Lebih Banyak Kapasitas Datang

Setelah Fusaka, network masuk fase BPO (Blob Parameter-Only) forks yang naikkan kapasitas blob bertahap tanpa hard fork penuh:

  • BPO #1 (segera setelah Fusaka): kapasitas blob 6/9 per blok
  • BPO #2 (awal 2026): naik ke 10/15
  • BPO #3 (tentatif): 14/21 blob per blok

Setiap kenaikan = lebih banyak data L2 yang bisa di-post = fee lebih murah untuk pengguna (per timeline The Block).

Dampak ke Fee Layer 2

Live data dari L2Fees.info menunjukkan perbandingan fee untuk transaksi tipikal:

NetworkTransfer ETHSwap di DEX
Ethereum L1 (mainnet)USD 0,15-2,00USD 5-30
Arbitrum OneUSD 0,001-0,01USD 0,01-0,05
BaseUSD 0,001-0,01USD 0,01-0,05
OptimismUSD 0,002-0,02USD 0,02-0,08

Untuk transfer USDT/USDC nominal kecil (misal Rp 100.000-1.000.000), Layer 2 mengubah ekonomi penggunaan crypto secara fundamental - sebelumnya fee L1 USD 2-5 sering melebihi nominal transfer itu sendiri.

EIP Lain di Fusaka

Selain PeerDAS, Fusaka membawa 12-13 EIP total (per analisis Fidelity Digital Assets). Beberapa yang signifikan:

  • EIP-7935: naikkan block gas limit ke 60 juta gas - kapasitas L1 lebih besar
  • EIP-7212: precompile untuk secp256r1 curve - account abstraction lebih mudah
  • EIP-7742: CLZ opcode - efisiensi smart contract tertentu

Total dampak: Ethereum lebih hemat bandwidth, lebih ramah validator, dan lebih siap untuk skala 100k+ transaksi per detik di kombinasi L1 + L2.

L2 Konsentrasi: Base dan Arbitrum Dominan

Pertumbuhan Layer 2 tidak merata. Per data terkini, dua L2 mendominasi TVL (Total Value Locked):

  • Base: 46,58% TVL L2 total
  • Arbitrum: 30,86%
  • Total dua ini: 77% market share

Sisanya tersebar di Optimism, zkSync, Starknet, Linea, dan lainnya. Konsentrasi ini mengangkat pertanyaan tentang dampak Fusaka:

  • L2 dominan dapat manfaat terbesar dari kapasitas blob ekstra
  • L2 kecil mungkin tidak survive consolidation
  • Pengguna fokus di Base/Arbitrum untuk likuiditas DeFi terbaik

Counter-Perspective: Paradox Value Accrual ETH

Tidak semua dampak Fusaka positif untuk ETH holders. Paradox value accrual muncul:

Fee L1 yang murah (karena traffic pindah ke L2) = ETH burn lebih sedikit via EIP-1559 burn mechanism. Sementara itu, L2 hanya bayar DA cost ke L1 - jauh lebih kecil dari gas fee L1 historis (analisis Investing.com tentang Layer 2 Paradox).

Bagi ETH investor, trade-off ini perlu dipahami:

  • Bullish: Ethereum makin scalable dan mainstream-ready
  • Bearish: lebih sedikit value flow ke L1 ETH token itu sendiri

Vitalik Buterin dan Ethereum Foundation menavigasi ini dengan roadmap yang menyeimbangkan throughput dan value accrual - termasuk upgrade berikutnya Glamsterdam yang diharapkan 2026 (tanggal spesifik masih tentative).

Untuk Pengguna Indonesia

Praktis di lapangan:

  1. Migrasikan transaksi rutin ke Layer 2 - Arbitrum atau Base untuk DeFi, NFT, transfer stablecoin
  2. Pakai bridge resmi - hindari bridge tidak terverifikasi (lihat Bridge di glosarium)
  3. Verify chain ID di MetaMask sebelum confirm transaksi - kesalahan jaringan bisa membuat dana hilang
  4. Pantau gas fee - di L2, gas fluktuasi kurang ekstrem dari L1, tapi tetap variabel

Untuk panduan setup wallet yang support L2, baca Cara Setup MetaMask Wallet untuk Pemula.

Kesimpulan

Fusaka adalah lompatan teknis signifikan untuk Ethereum - menjawab kritik "Ethereum mahal" dengan data availability sampling yang elegant. Untuk investor dan pengguna crypto Indonesia, ini berita baik: ekonomi transaksi di Layer 2 makin masuk akal untuk nominal kecil, membuka use case yang sebelumnya tidak ekonomis.

Yang perlu diperhatikan: konsentrasi L2 di Base + Arbitrum, paradox value accrual ETH, dan keamanan praktik penggunaan bridge.

Disclaimer: Crypto sangat volatil. Layer 2 berbasis tech baru yang bisa punya edge cases atau bug yang belum surface. Lakukan riset mandiri sebelum migrate dana signifikan.

Advertisement336 × 280 · Medium Rectangle

Sumber

  1. Ethereum.org Roadmap - Fusaka Upgrade(akses 19 Mei 2026)
  2. Fidelity Digital Assets - Fusaka Upgrade Analysis(akses 19 Mei 2026)
  3. CoinGecko Learn - What is Ethereum Fusaka Upgrade(akses 19 Mei 2026)
  4. The Block - Ethereum Protocol Changes 2025(akses 19 Mei 2026)
  5. L2 Fees Live Data(akses 19 Mei 2026)
Disclaimer

Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.

Bermanfaat? Bantu sebarkan:
Bagikan:
Penulis
Tim Redaksi

Tim editorial beritakripto.id meliput berita dan tren crypto di Indonesia.