Analisis

Bitcoin Runes Protocol dan Ordinals: Perbedaan dan Konsep

Inovasi token di Bitcoin: Ordinals (NFT-like inscription) dan Runes protocol untuk fungible token, dampak ke fee block.

Tim RedaksiTim editorial beritakripto
20 Mei 20264 menit baca
Bagikan:
Logo Bitcoin di atas latar gelap

Ordinals dan Runes adalah dua protokol relatif baru di Bitcoin yang memperluas fungsi blockchain Bitcoin di luar transfer BTC. Ordinals memperkenalkan konsep "inscription" (mirip NFT) ke setiap satoshi, sementara Runes memungkinkan penerbitan token fungible secara native di Bitcoin tanpa membutuhkan sidechain atau layer tambahan.

Memahami dua protokol ini penting untuk pemula Indonesia karena keduanya secara signifikan memengaruhi fee block Bitcoin sejak 2023, mengubah cara komunitas memandang potensi Bitcoin sebagai platform aplikasi - bukan hanya store of value.

Apa Itu Ordinals

Ordinals adalah sistem numbering untuk setiap satoshi (unit terkecil Bitcoin, 1 BTC = 100 juta satoshi). Setiap satoshi mendapat nomor urut berdasarkan urutan mining, dan nomor ini bisa digunakan untuk menempelkan data sembarang - gambar, teks, video, atau file lain - ke satoshi tersebut.

Protokol ini diperkenalkan oleh Casey Rodarmor pada awal 2023, memanfaatkan ruang transaksi yang dibuka oleh upgrade Taproot (November 2021). Data yang ditempelkan ke satoshi disebut inscription.

Karakteristik utama Ordinals:

  • Penyimpanan onchain penuh: Berbeda dengan NFT Ethereum yang biasanya menyimpan metadata di IPFS atau server eksternal, inscription Ordinals menyimpan seluruh konten langsung di blockchain Bitcoin
  • Tidak ada smart contract: Inscription dibuat lewat transaksi Bitcoin standar dengan format khusus
  • Transferable: Satoshi yang punya inscription bisa dikirim ke alamat lain, secara efektif memindahkan kepemilikan inscription

Use case Ordinals mirip dengan NFT: digital art, profile picture (PFP), collectibles, dan baru-baru ini juga digunakan untuk dokumentasi onchain yang tahan sensor.

Apa Itu Runes Protocol

Runes adalah protokol token fungible yang juga dibuat Casey Rodarmor, diluncurkan di Bitcoin mainnet bersamaan dengan halving April 2024. Berbeda dengan Ordinals yang fokus pada inscription unik (mirip NFT), Runes dirancang untuk menerbitkan token yang bisa dibagi dan setara satu sama lain - mirip ERC-20 di Ethereum, tapi dengan arsitektur jauh lebih efisien untuk Bitcoin.

Karakteristik teknis Runes:

  • Berbasis UTXO: Memanfaatkan model Unspent Transaction Output Bitcoin secara native
  • Efisiensi data: Lebih hemat ruang block dibanding standar token sebelumnya seperti BRC-20
  • Etching dan mint: Token diciptakan lewat operasi "etching" (pendaftaran), lalu didistribusikan lewat operasi "mint"
  • OP_RETURN sebagai medium: Metadata token ditulis di OP_RETURN output transaksi

Tujuan utama Runes adalah memberikan alternatif yang lebih bersih untuk eksperimen token di Bitcoin, mengurangi tekanan terhadap UTXO set yang sempat menjadi masalah dengan protokol BRC-20.

Perbedaan Ordinals dan Runes

AspekOrdinalsRunes
Jenis tokenInscription (non-fungible)Fungible token
Standar yang dimiripNFT (ERC-721)Token (ERC-20)
ArsitekturInscription pada satoshi individuUTXO-based dengan OP_RETURN
Use case utamaDigital art, collectiblesMemecoin, utility token, eksperimen
Efisiensi blockLebih boros ruangLebih hemat ruang

Keduanya bisa eksis di blockchain Bitcoin yang sama dan transaksinya diverifikasi oleh node Bitcoin standar - meski indexing dan pelacakan data Ordinals/Runes membutuhkan software khusus seperti ord.

Dampak ke Fee Block Bitcoin

Sejak peluncuran Ordinals di Januari 2023 dan Runes di April 2024, fee transaksi Bitcoin mengalami periode lonjakan signifikan, terutama saat:

  1. Boom inscription besar: Saat ada minting koleksi besar atau airdrop populer
  2. Halving timing: Peluncuran Runes berbarengan dengan halving April 2024 menyebabkan kompetisi fee yang intens
  3. Memecoin season: Token Runes berbasis meme sempat memicu antrian transaksi panjang

Dampak ini memiliki dua sisi:

Sisi positif:

  • Miner mendapat tambahan revenue dari fee tinggi, menjadi penting karena block subsidy terus dipotong setiap halving
  • Bitcoin menjadi lebih dari sekadar payment network, menarik developer dan use case baru

Sisi negatif:

  • Fee tinggi membuat transaksi Bitcoin biasa (transfer BTC) menjadi mahal untuk user kecil
  • Block penuh dengan data inscription mengurangi efektivitas Bitcoin sebagai sistem pembayaran

Komunitas Bitcoin sendiri terbagi tentang Ordinals dan Runes. Sebagian melihatnya sebagai inovasi positif yang memperluas adopsi Bitcoin, sementara sebagian lain menganggapnya sebagai "spam" yang mengganggu fungsi inti.

Risiko dan Limitasi

Beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan untuk Ordinals dan Runes:

  • Volatility ekstrem: Token Runes dan inscription Ordinals umumnya tidak punya utility fundamental, harganya sangat spekulatif
  • Likuiditas terbatas: Marketplace untuk Runes dan Ordinals masih jauh lebih kecil dibanding ekosistem NFT Ethereum
  • Risiko teknis: Standar masih relatif baru, kemungkinan bug atau perubahan protokol di masa depan ada
  • Ketidakjelasan regulasi: Status hukum inscription dan Runes belum jelas di banyak yurisdiksi termasuk Indonesia
  • Tidak ada smart contract: Tidak ada mekanisme lock-up, vesting, atau utility complex yang biasa ada di Ethereum

Untuk pemula, sebaiknya pahami dulu mekanisme custody Bitcoin dasar sebelum bereksperimen dengan Ordinals atau Runes - karena kesalahan saat mengirim satoshi dengan inscription bisa menghilangkan koleksi secara permanen.

Kesimpulan

Ordinals dan Runes adalah inovasi paling signifikan di ekosistem Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir. Ordinals membawa konsep NFT ke Bitcoin lewat inscription pada satoshi, sementara Runes menyediakan standar fungible token yang efisien.

Keduanya membuka kemungkinan baru untuk Bitcoin sebagai platform aplikasi, tapi juga menimbulkan tantangan baru seperti fee tinggi dan perdebatan komunitas tentang filosofi Bitcoin. Bagi investor Indonesia, pendekatan yang bijak adalah memahami mekanisme dulu sebelum eksposur signifikan, dan selalu lakukan riset mandiri terhadap proyek-proyek baru yang muncul.

Advertisement336 × 280 · Medium Rectangle

Sumber

  1. Ordinals Documentation(akses 20 Mei 2026)
  2. Bitcoin.org - About Bitcoin(akses 20 Mei 2026)
  3. Bitcoin Wiki - Taproot(akses 20 Mei 2026)
  4. Runes Protocol GitHub Repository(akses 20 Mei 2026)
Disclaimer

Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.

Bermanfaat? Bantu sebarkan:
Bagikan:
Penulis
Tim Redaksi

Tim editorial beritakripto.id meliput berita dan tren crypto di Indonesia.