Istilah Crypto

TON (The Open Network)

Blockchain Layer 1 yang erat terintegrasi dengan Telegram messenger.

Penjelasan

Sobat Kripto, TON awalnya dikembangkan tim Telegram tapi ditinggal 2020 karena tekanan SEC AS. Komunitas independen melanjutkan pengembangan dan TON sekarang jadi blockchain dengan integrasi paling dalam ke Telegram. Mini-app dan wallet langsung di Telegram bikin onboarding crypto retail sangat mudah. Token native: Toncoin (TON).

Integrasi Telegram

TON unik karena bisa diakses langsung dari Telegram app via mini-app dan integrated wallet. Sobat Kripto bisa swap, transfer, dan interact dengan dApp tanpa keluar dari Telegram. Username Telegram bisa di-tokenize sebagai NFT dan ditrade. TON Pay memungkinkan tip dan payment in-chat.

Performa

TON pakai arsitektur unique dengan sharding native. Throughput tinggi dan fee sangat rendah (cents). Smart contract pakai bahasa FunC yang berbeda dari Solidity Ethereum. Game blockchain seperti Hamster Kombat (2024) bawa banyak user baru ke TON, meski sustainability adopsi jangka panjang masih diuji.

Use Case Indonesia

Untuk Sobat Kripto Indonesia yang aktif Telegram, TON bisa jadi pintu masuk crypto yang lebih natural. Beberapa exchange sudah listing TON: Tokocrypto, Indodax. Mini-app ekosistem terus berkembang dengan DeFi, gaming, dan social aplikasi. Awas memecoin dan game yang janji return tidak realistis.