Emission Schedule
Jadwal penerbitan token baru ke sirkulasi via staking reward, mining, atau ecosystem incentive.
Penjelasan
Sobat Kripto, Emission Schedule adalah jadwal penerbitan token baru ke sirkulasi seiring waktu. Berbeda dengan Vesting Schedule (yang fokus pada unlock token yang sudah dialokasikan), Emission Schedule meliputi mint baru: staking reward, mining reward, ecosystem incentive grant. Emission tinggi = inflasi token = pressure jual lebih besar. Emission rendah/decreasing = scarcity = bullish jangka panjang (asal demand stabil).
Tipe Emission Schedule
Fixed cap with halving: Bitcoin model, mining reward halving tiap 4 tahun, total supply capped 21 juta. Inflationary with steady rate: Ethereum pre-merge ~5% per tahun, sekarang ~0% setelah EIP-1559 burn. Decreasing emission curve: ATOM, NEAR, DOT (emission rate turun seiring waktu). Disinflationary: AVAX (emission curve menurun, hingga halt di max supply 720M tahun ~2030).
Inflation Rate dan Real Yield
Inflation rate token = annual emission / circulating supply. Misal ATOM inflasi 7-20% per tahun = staker harus dapat yield > inflasi untuk real positive yield. Jika staking APR 19% dan inflation 7% = real yield 12%. Banyak proyek pamer 'high APR' tapi sebenarnya hanya cover inflation (real yield 0% atau negatif untuk non-staker).
Untuk Sobat Kripto
Sebelum beli token, hitung inflation rate dan compare dengan staking APR. Hold non-staking di token inflasi tinggi = supply dilution = harga tertekan. Token dengan emission burn mechanism (BNB, ETH post-merge) = potential deflasi saat aktivitas tinggi. Check tokenomics page resmi atau Token Terminal untuk emission detail. Avoid token dengan emission tidak jelas/inflatable arbitrarily.