Lending dan Borrowing DeFi: Tutorial Aave dan Compound
Mekanisme lending DeFi: deposit collateral, borrow asset, health factor, liquidation threshold di Aave dan Compound.
Lending dan borrowing adalah salah satu use case paling matang di DeFi. Berbeda dengan bank tradisional, protokol seperti Aave dan Compound beroperasi tanpa intermediasi manusia - smart contract handle deposit, pinjaman, interest rate, dan liquidation secara otomatis 24/7.
Tutorial ini menjelaskan cara pakai Aave dan Compound untuk lending (deposit untuk earn yield) dan borrowing (pinjam aset dengan collateral) berdasarkan dokumentasi resmi Aave dan Compound, termasuk konsep kunci seperti health factor dan liquidation threshold.
Yang Anda Butuhkan
- Wallet Web3 (MetaMask atau sejenis)
- Native asset untuk gas (ETH untuk Ethereum mainnet, MATIC untuk Polygon)
- Aset untuk supply (USDC, USDT, ETH, WBTC, dll. - cek list di protokol)
- Modal minimum: di Ethereum mainnet praktisnya ratusan USD; di Layer 2 bisa lebih kecil
Konsep Dasar: Lending Pool
Aave dan Compound memakai model pool-based lending, bukan peer-to-peer:
- Banyak lender deposit aset ke pool tunggal
- Banyak borrower pinjam dari pool yang sama
- Interest rate ditentukan algoritma sesuai utilization (rasio borrowed vs supplied)
- Lender terima interest, borrower bayar interest, protokol ambil small spread
Mekanisme ini memungkinkan likuiditas instan - lender bisa withdraw kapan saja (selama utilization tidak 100%), borrower bisa pinjam tanpa nunggu match peer.
Cara Lending di Aave (Supply)
Lending di Aave berarti deposit aset untuk earn interest (dokumentasi Aave V3).
Langkah 1: Buka Aave Dashboard
- Buka app.aave.com (verifikasi URL hati-hati)
- Connect MetaMask
- Pilih network (Ethereum, Polygon, Arbitrum, dll.)
Langkah 2: Supply Aset
- Di dashboard, cari asset yang ingin di-supply
- Klik "Supply"
- Input jumlah, lihat APY yang ditampilkan
- Approve token (transaksi pertama untuk authorize Aave contract)
- Tunggu konfirmasi
- Confirm supply transaction
- Tunggu konfirmasi - selesai
Langkah 3: Terima aToken
Setelah supply, Anda terima aToken (misal aUSDC untuk USDC supplied) ke wallet. aToken:
- Mewakili klaim atas aset Anda + interest accrued
- Saldo bertambah otomatis tiap block (continuous compounding)
- Bisa di-transfer atau dipakai sebagai collateral di Aave
Langkah 4: Withdraw
Saat ingin tarik:
- Di dashboard, klik "Withdraw" pada asset
- Input jumlah (bisa max, kecuali Anda pakai aset sebagai collateral untuk borrowing)
- Confirm - aset asli + interest masuk ke wallet, aToken di-burn
Cara Borrowing di Aave
Borrowing di Aave butuh over-collateralization - Anda harus supply aset bernilai LEBIH dari yang dipinjam, sebagai jaminan.
Langkah 1: Supply Collateral
Sama seperti lending biasa, supply aset (misal ETH) ke Aave. Pastikan asset ini "enabled as collateral" di toggle dashboard.
Langkah 2: Borrow Aset
- Klik tab "Borrow"
- Pilih aset yang ingin dipinjam (misal USDC)
- Lihat available to borrow - jumlah max yang bisa dipinjam berdasarkan collateral
- Input jumlah (lebih baik mulai jauh di bawah max)
- Pilih interest rate mode (Variable atau Stable, cek availability)
- Confirm
- Aset pinjaman langsung masuk ke wallet
Langkah 3: Monitor Health Factor
Health Factor (HF) adalah metrik kunci di Aave (Aave FAQ on Borrowing):
Health Factor = (Total Collateral x Liquidation Threshold) / Total Borrowed
- HF > 1: posisi sehat
- HF mendekati 1: warning, risiko liquidation
- HF < 1: posisi di-liquidate
Setelah borrow, HF turun. Misal: supply 1 ETH senilai $3,000 dengan LT 80%, borrow $1,000 USDC. HF = ($3,000 x 0,8) / $1,000 = 2,4 (sehat).
Kalau ETH turun ke $2,000: HF = ($2,000 x 0,8) / $1,000 = 1,6 (masih sehat).
Kalau ETH turun ke $1,250: HF = ($1,250 x 0,8) / $1,000 = 1,0 (akan di-liquidate sebentar lagi).
Langkah 4: Repay
Untuk repay pinjaman:
- Klik "Repay" di dashboard
- Pilih asset (bayar dengan aset yang sama, atau via collateral switch)
- Input jumlah
- Confirm
- Setelah repay penuh, debt clear, collateral bisa di-withdraw
Liquidation Threshold dan LTV
Dua parameter penting di lending DeFi:
Loan-to-Value (LTV)
Persentase max yang bisa dipinjam terhadap collateral. Misal ETH LTV 75% berarti supply $1,000 ETH bisa pinjam max $750.
Liquidation Threshold (LT)
Persentase nilai collateral di mana liquidation terjadi. Selalu lebih tinggi dari LTV. Misal ETH LT 80% berarti kalau total borrow > 80% nilai collateral, liquidation triggered.
Gap antara LTV dan LT adalah safety buffer. Aave V3 punya parameter ini per asset.
Apa yang Terjadi Saat Liquidation
Saat HF < 1:
- Bot liquidator deteksi posisi unhealthy
- Bot repay sebagian debt (up to 50% biasanya) dari pocket sendiri
- Sebagai imbalan, bot dapat collateral senilai debt yang dibayar + bonus liquidation (misal 5-10%)
- Borrower kehilangan sebagian collateral (lebih besar dari debt yang dibayar bot)
- HF posisi naik kembali
Implikasi: liquidation sangat menyakitkan untuk borrower - bukan hanya kehilangan collateral senilai debt, tapi juga bonus liquidator.
Mitigasi:
- Maintain HF jauh di atas 1 (target 2+ untuk safety margin besar)
- Set alert (Aave punya notifikasi via wallet integrations atau third party tools)
- Repay sebagian saat HF turun
Compound: Mekanisme Mirip
Compound bekerja serupa dengan Aave, dengan beberapa perbedaan (dokumentasi Compound):
- cToken vs aToken: Compound issue cToken (cUSDC, cETH); harganya naik vs underlying seiring interest accrue (price-based, bukan rebase)
- Compound V3 (Comet) fokus pada single-borrowable-asset per market (misal USDC market: collateral berbagai aset, hanya borrow USDC)
- Governance token: COMP - dapat sebagai liquidity mining reward + governance rights
Mekanisme supply, borrow, dan liquidation conceptually sama. UX di Compound umumnya lebih simple, sementara Aave punya lebih banyak features (efficiency mode, isolation mode, dll.).
Strategi Praktis Pemula
Strategi 1: Pure Lending (No Borrowing)
Paling aman: supply stablecoin (USDC, USDT, DAI) untuk earn modest APY. Tidak ada risk liquidation, hanya smart contract risk.
Strategi 2: Leveraged Long ETH
- Supply ETH sebagai collateral
- Borrow stablecoin
- Swap stablecoin ke ETH lagi
- Supply ETH lagi
Hasilnya: leveraged long posisi ETH. Profit kalau ETH naik. Tapi risk liquidation kalau ETH turun.
Catatan: ini strategi advanced, jangan dicoba sebelum paham mekanisme HF dan likuidasi dengan baik.
Strategi 3: Borrow Stablecoin untuk Akses Likuiditas
Hold ETH long-term, tapi butuh cash sementara. Supply ETH, borrow stablecoin dengan LTV konservatif (misal 20-30%). Hindari capital gain tax dari sell ETH, plus tidak kehilangan upside.
Risk: kalau ETH crash, bisa kena liquidation dan kehilangan ETH lebih banyak.
Risiko Utama
- Smart contract bug: bahkan protokol blue-chip pernah exploited di history
- Oracle manipulation: harga collateral via oracle bisa di-manipulate dalam edge cases
- Liquidation cascade: di flash crash, banyak posisi liquidated sekaligus, gas naik, slippage besar
- Stablecoin de-peg: kalau USDC/USDT de-peg, supply mereka jadi worth less
- Governance attack: pemegang governance token bisa vote parameter buruk
Konteks Pajak Indonesia
Interest earned dari lending DeFi berpotensi taxable sebagai penghasilan. Borrowing umumnya bukan taxable event (Anda terima utang, bukan income), tapi konversi atau swap saat manage posisi bisa trigger taxable event.
Dokumentasikan tiap supply/withdraw/borrow/repay dengan timestamp dan kurs IDR, konsultasi konsultan pajak untuk treatment spesifik.
Penutup
Lending DeFi via Aave dan Compound adalah pintu masuk yang relatif aman ke DeFi untuk pemula - selama Anda stick di pure lending (no borrowing) dengan stablecoin di awal. Borrowing menambah optionality, tapi juga menambah risk yang signifikan via liquidation.
Mulai kecil, monitor HF dengan disiplin, dan jangan pernah max-out LTV.
Disclaimer: Bukan saran finansial. DeFi lending memiliki risiko smart contract, oracle, dan liquidation. Verifikasi URL dan smart contract address sebelum interaksi.
Sumber
- Aave V3 Documentation(akses 20 Mei 2026)
- Compound Documentation(akses 20 Mei 2026)
- Investopedia - DeFi Lending(akses 20 Mei 2026)
- Aave - Health Factor Explained(akses 20 Mei 2026)
Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.