Tutorial

Apa Itu NFT? Cara Beli, Jual, dan Investasi untuk Pemula 2026

NFT fundamental: standar ERC-721 vs 1155, marketplace populer (OpenSea, Blur, Magic Eden), valuasi, dan red flag pemula.

Tim RedaksiTim editorial beritakripto
20 Mei 20264 menit baca
Bagikan:
Ilustrasi karya digital NFT dengan warna abstrak

NFT (Non-Fungible Token) adalah aset digital unik yang kepemilikannya dicatat di blockchain. Berbeda dengan Bitcoin atau Ethereum yang fungible (satu BTC sama nilainya dengan BTC lain), setiap NFT punya identitas dan metadata sendiri sehingga tidak bisa dipertukarkan satu-satu. Artikel ini membahas dasar NFT, standar token, marketplace populer, cara beli, dan red flag yang harus diwaspadai pemula.

Yang Membuat NFT "Non-Fungible"

Setiap NFT punya token ID unik di smart contract dan metadata (gambar, video, atribut) yang tersimpan on-chain atau di storage terdesentralisasi seperti IPFS. Verifikasi kepemilikan dilakukan via wallet address yang memegang token tersebut, seperti dijelaskan di OpenSea Learn.

Use case NFT terbagi beberapa kategori:

  • Profile picture (PFP): koleksi karakter generatif seperti CryptoPunks, Bored Ape Yacht Club
  • Generative art: karya algoritmik yang di-mint sebagai NFT
  • Gaming asset: item dalam game blockchain
  • Membership token: akses ke komunitas atau event eksklusif
  • Domain name: ENS (Ethereum Name Service), .sol (Solana)

ERC-721 vs ERC-1155: Standar Token NFT

Mayoritas NFT di Ethereum mengikuti salah satu dari dua standar:

ERC-721

Standar NFT klasik. Setiap token unik dan tidak dapat dibagi. Cocok untuk koleksi PFP atau karya seni satu-satu. Detail teknis tersedia di Ethereum.org ERC-721.

ERC-1155

Standar multi-token. Satu smart contract bisa mengelola banyak jenis token, baik fungible maupun non-fungible. Hemat gas fee karena bisa transfer multiple item dalam satu transaksi. Banyak dipakai untuk gaming item di mana satu jenis "pedang sakti" bisa dimiliki ribuan pemain. Spesifikasi lengkap di Ethereum.org ERC-1155.

Chain lain punya standar masing-masing: Solana memakai Metaplex Token Standard, sementara Polygon kompatibel ERC-721 dan ERC-1155 karena EVM.

Marketplace NFT Populer

Beberapa marketplace yang aktif melayani user global:

  • OpenSea: marketplace tertua dengan inventori paling luas, support Ethereum, Polygon, dan beberapa chain lain
  • Blur: marketplace fokus trader profesional dengan fitur bulk listing dan analitik mendalam
  • Magic Eden: dominan di ekosistem Solana, juga mendukung Bitcoin Ordinals dan beberapa chain EVM
  • LooksRare: marketplace Ethereum dengan model token reward

Setiap marketplace menerapkan royalty creator dan platform fee berbeda. Periksa detail fee di halaman koleksi sebelum bertransaksi.

Cara Beli NFT (Langkah-by-langkah)

Langkah 1: Siapkan Wallet

Pasang wallet self-custody seperti MetaMask atau Rabby untuk Ethereum dan EVM chains, atau Phantom untuk Solana. Simpan seed phrase di tempat aman, jangan pernah share ke siapa pun.

Langkah 2: Beli Crypto Native Chain

Untuk NFT Ethereum, butuh ETH. Untuk Solana, butuh SOL. Beli di exchange terdaftar Bappebti lalu withdraw ke wallet pribadi.

Langkah 3: Connect ke Marketplace

Buka OpenSea atau marketplace lain, klik "Connect Wallet", pilih wallet Anda. Verifikasi URL official sebelum sign apa pun untuk menghindari phishing.

Langkah 4: Pilih dan Beli

Browse koleksi, periksa harga floor, volume historis, dan distribusi holder. Klik "Buy Now" atau "Make Offer", konfirmasi transaksi di wallet. Anda akan bayar gas fee selain harga NFT.

Langkah 5: Verifikasi Kepemilikan

Setelah transaksi confirmed, NFT muncul di tab "Profile" marketplace dan di wallet. Bisa juga cek manual di block explorer (Etherscan, Solscan).

Cara Jual NFT

  1. Klik NFT yang ingin dijual di profile Anda
  2. Pilih "List for sale" atau "Sell"
  3. Tentukan harga fixed atau auction
  4. Approve marketplace untuk akses NFT (transaksi pertama saja per koleksi)
  5. Konfirmasi listing - tidak ada gas fee untuk listing di OpenSea, hanya saat NFT terjual

Cara Menilai NFT (Valuation Framework)

Tidak ada rumus pasti, tapi beberapa indikator yang banyak dipakai trader:

  • Floor price: harga termurah saat ini di marketplace
  • Volume trading: aktivitas jual-beli 24 jam dan 7 hari
  • Holder distribution: berapa unique wallet memegang, apakah terkonsentrasi di whale
  • Rarity rank: posisi rarity berdasarkan kombinasi atribut
  • Komunitas dan utility: apakah ada Discord aktif, roadmap jelas, dan use case nyata di luar gambar

Red Flag untuk Pemula

NFT adalah aset sangat spekulatif dengan likuiditas rendah. Beberapa tanda waspada:

  • Janji ROI pasti: "Dijamin 10x dalam sebulan" adalah indikator scam
  • Anonymous founder tanpa track record: tidak ada doxxed identity atau pengalaman teknis
  • Roadmap kabur: pakai bahasa hype tanpa milestone konkret
  • Volume artifisial: wash trading bisa palsukan kesan demand
  • Phishing site: domain mirip marketplace asli, contoh: 0pensea.io
  • Free mint suspicious: hadiah gratis yang minta approve unlimited spending di wallet

Pajak NFT di Indonesia

Penjualan NFT dengan keuntungan tetap masuk dalam ruang lingkup pajak crypto. Per PMK 68/PMK.03/2022, transaksi aset kripto di exchange terdaftar Bappebti kena PPh final 0,1% dan PPN 0,11%. Karena banyak marketplace NFT bukan exchange terdaftar Indonesia, posisi pajak transaksi luar negeri masih area gray secara teknis. Praktik konservatif: catat semua transaksi besar dan konsultasi konsultan pajak kalau aktivitas signifikan.

Penutup

NFT bisa jadi entry point menarik ke ekosistem Web3, tapi profil risikonya jauh di atas Bitcoin atau Ethereum. Mulai dengan modal kecil yang siap hilang, fokus ke koleksi dengan komunitas dan utility jelas, dan selalu verifikasi URL official sebelum sign transaksi. NFT bukan jalan cepat menuju keuntungan, melainkan bagian dari portofolio aset digital yang harus diperlakukan dengan hati-hati.

Disclaimer

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan saran investasi. NFT adalah aset berisiko sangat tinggi dengan kemungkinan kehilangan total. DYOR sebelum bertransaksi.

Advertisement336 × 280 · Medium Rectangle

Sumber

  1. OpenSea Learn - What Are NFTs(akses 20 Mei 2026)
  2. Ethereum.org - ERC-721 Non-Fungible Token Standard(akses 20 Mei 2026)
  3. Ethereum.org - ERC-1155 Multi Token Standard(akses 20 Mei 2026)
Disclosure

Artikel ini bersifat edukatif. NFT merupakan aset berisiko tinggi dengan likuiditas rendah dan rawan penipuan.

Disclaimer

Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk kerugian total modal. Lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan terdaftar sebelum mengambil keputusan investasi.

Bermanfaat? Bantu sebarkan:
Bagikan:
Penulis
Tim Redaksi

Tim editorial beritakripto.id meliput berita dan tren crypto di Indonesia.